Malangtrend.com – Nahas nasib warga Dusun Semanding, Desa Curungrejo, Kecamatan Kepanjen bernama Simin, 66, ditemukan tak bernyawa di anak Sungai Brantas perbatasan antara Desa Sukorejo, Kecamatan Gondanglegi dengan Desa Kedungpedaringan, Kecamatan Kepanjen, Senin (17/11) sore sekitar pukul 17.00 WIB.
Jasad kali pertama diketahui oleh seorang karyawan restauran di tepi sungai, Reza Yahya S.S. Karyawan ini tidak sengaja menoleh ke arah timur atau arah bawah Sungai Brantas. Dilihatnya sesuatu seperti jasad manusia.
“Pelapor (Reza Yahya S.S) kemudian mengecek lebih dekat dan sempat mencium bau tidak sedap di bantaran sungai,” ujar Kapolsek Kepanjen, AKP Subijanto.
Setelah diamati lebih lama, betapa terkejutnya Reza mendapati adanya mayat laki – laki. Ia kemudian melapor ke petugas kepolisian sektor (Polsek) Kepanjen, BPBD Kabupaten Malang, dan tim SAR untuk mengevakuasi jasad ke RSUD Kanjuruhan.
Awalnya, belum diketahui identitas jasad itu. Namun, hasil pendalaman pihak kepolisian akhirnya menemukan identitas jasad yaitu bernama Simin warga Dusun Semanding, Desa Curungrejo, Kecamatan Kepanjen.
Subijanto menjelaskan, setelah melakukan identifikasi mayat tersebut memiliki ciri – ciri memakai baju putih kecoklatan dan membawa kateter urin.
“Yang mana ciri-ciri tersebut sama dengan adanya orang hilang yang dilaporkan hari sebelumnya,” jelas polisi dengan pangkat tiga balok emas di pundak tersebut.
Petugas gabung membawa mayat laki – laki tersebut ke RSUD Kanjuruhan sambil menunggu pihak Keluarga.
“Diketahui oleh pihak keluarga dan menolak untuk dilaksanakan visum atau ototpsi,” terang Subijanto. (den/jon)