Malangtrend.com – Arema FC masih mempertahankan rekor tandang belum terkalahkan di musim ini setelan menahan imbang Persebaya di Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Sabtu (22/11) lalu. Tim Singo Edan membawa pulang satu poin usai hasil imbang 1-1. Namun, Pelatih Arema FC Marcos Santos belum puas dengan hasil tersebut karena sejatinya tim berpeluang memenangkan pertandingan.
Meski tampil away dalam derbi Jatim, Alfarizi dkk menunjukkan soliditas mereka dalam laga away. Tampil rapi di babak pertama ketika menerima serangan demi serangan lawan, Arema FC bermain menyerang di babak kedua. Hasilnya, unggul lebih dulu di menit 63 setelah bek Persebaya Dime Dinov melakukan gol bunuh diri. Antisipasi ketika menerima tendangan jarak jauh Valdeci, membuat Ernando Ari kaget dan bola masuk ke gawang sendiri.
Sayangnya, dua menit kemudian Arema FC kehilangan satu pemain. Kartu merah diterima Matheus Blade. Timpang dalam jumlah skuad di lapangan, membuat Singo Edan akhirnya banyak bertahan. Arema FC kebobolan di menit 73 dan skor 1-1.
Satu kesempatan emas muncul di menit akhir injury time. Sayang, Ian Puleio gagal mengeksekusi tendangan ke gawang Ernando Ari dengan sempurna. Bola melenceng tipis di sebelah gawang.
“Kami tidak puas dengan hasilnya, tetapi kami senang dengan kerja keras tim dan para pemain. Kami sempat unggul. Saya pikir di babak pertama Persebaya lebih baik. Tapi di babak kedua kami bisa menyeimbangkan permainan,” kata Pelatih Arema FC Marcos Santos.
Dia menuturkan alasan utama tidak puas. Setidaknya ada dua hal yang disoroti pelatih asal Brasil itu.
“Kami kemasukan gol gara-gara kesalahan kami sendiri,” tegas dia.
Kesalahan tersebut adalah karena kartu merah. Untuk kesekian kalinya, pemain Arema FC diganjar kartu merah oleh wasit.
“Lagi-lagi ada kartu merah. itu tidak ada, bisa saja membuat hasil berbeda. Kami harus menyeimbangkan hal-hal seperti ini,” tambah dia.
Sementara itu, Bek Arema FC Anwar Rifai mengatakan, laga lawan Persebaya adalah pertandingan yang sulit. Akan tetapi penggawa Singo Edan bersyukur masih bisa membawa satu poin pulang ke Malang.
“Dengan 10 pemain menurut saya pertandingan begitu sulit, tapi teman-teman dengan 10 pemain tetap tampil baik,” katanya.
Selain itu, dia menyesalkan peluang emas di menit akhir yang terbuang sia-sia. Andai sepakan Ian Puleio di menit tambahan waktu babak kedua itu menjadi gol, maka skor akhir akan berbeda.
“Sayang sekali peluang terakhir itu belum bisa menjadi gol. Tapi ya kita tetap bersyukur bisa membawa pulang satu poin,” pungkasnya. (ley/jon)