Malangtrend.com – Hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Kecamatan Lawang, Senin (24/11) mengakibatkan banjir luapan dan tanah longsor di dua titik Desa Sumberngepoh. Adanya kejadian ini membuat saluran air terputus membuat warga kesulitan memenuhi air bersih.
Selasa kemarin, Polres Malang mendistribusikan 4.000 liter air menggunakan satu unit truk tangki. Bantuan tersebut menyasar sekitar 50 kepala keluarga ( KK) di RW 03 Dusun Krajan Desa Sumberngepoh.
Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL) Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Kecamatan Lawang mengakibatkan banjir luapan dan tanah longsor di dua titik Desa Sumberbgepoh.
Dampak banjir membuat SMP Darma Wirawan dan SDN 1 Sumberngepoh tergenang setinggi sekitar 30 centimeter. Sedangkan tanah longsor terjadi di jalan kampung Dusun Barek dengan tinggi sekitar 10 meter dan lebar sekitar 2 meter.
“Di Dusun Krajan Desa Sumberngepoh juga terjadi tanah longsor setinggi kurang lebih 25 meter dengan panjang sekitar 10 meter, ini mengakibatkan terputusnya jalan kampung menuju persawahan,” beber Sadono.
Ia menegaskan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian banjir dan tanah longsor.
Sementara itu, Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan, bantuan 4.000 liter air sebagai respons cepat atas kebutuhan warga setelah bencana longsor memutus aliran air setempat.
“Kami bergerak cepat menyalurkan air bersih karena kebutuhan masyarakat sangat mendesak,” ujarnya. Pendistribusian akan terus berlanjut selama suplai air warga belum pulih.
Warga menyambut positif bantuan tersebut, mengingat pasokan air benar-benar terhenti sejak longsor yang dipicu intensitas hujan tinggi pada Senin (24/11) siang lalu.
“Kami memastikan bantuan air bersih akan terus diberikan hingga kondisi pulih dan saluran air warga kembali berfungsi. Truk tangki akan kami isi ulang dari sumber air di desa, lalu didistribusikan kembali,” tambah Bambang. (den/jon/mtc)