Malangtrend.com, Malang – Arema FC mendapatkan satu poin dari lawatan ke markas Malut United, Sabtu (29/11) lalu. Hasil tersebut membuat Tim Singo Edan tetap mempertahankan catatan tak terkalahkan ketika menjalani laga away. Arema FC pun puas dengan menahan imbang 1-1, apalagi dalam kondisi tim ditinggal banyak pemain.
“Kami melalui pertandingan yang cukup sulit. Malut United mendapatkan gol cepat dan itu susah buat kami. Tapi pemain Arema mau bekerja keras, meskipun ada delapan pemain kami yang tidak bisa tampil dalam pertandingan,” ucap Pelatih Arema FC Marcos Santos.
Dalam laga melawan Malut United, Alfarizi dkk disebut kurang ideal karena kehilangan delapan pemain, yang selama ini langganan starting eleven. Dimulai Bayu Setiawan, Julian Guevara, Matheus Blade, Betinho, dan Salim Tuharea yang absen karena sanksi kartu, lalu Arkhan Fikri yang baru saja mengikuti agenda pemusatan latihan bersama Brandon Scheunemann.
Namun, dalam laga lawan Malut United lah kapasitas sang pelatih diuji. Begitu pula para pemain yang selama ini banyak melalui laga lewat bangku cadangan.
“Satu poin sudah cukup, sebagai oleh-oleh Arema FC untuk kembali ke Malang. Ya saya puas, tapi tidak sepenuhnya puas ya karena kami tidak memenangkan pertandingan,” jelas dia.
Menurutnya, timnya puas karena away ke Ternate memang tidak mudah. Bukan hanya dari sisi kekuatan tim. Perjalanan yang dilalui pun jauh dan memaksa tim kehilangan pula kesempatan untuk berlatih demi perjalanan nyaris 12 jam.
“Tapi perjalanan ke sini agak jauh, pasti pemain capek. Hasil itu berkat dari kerja keras kami semua, pemain pelatih dan dukungan Aremania,” ungkapnya.
Selain itu, tentu saja karena Arema FC juga masih mempertahankan rekor tak terkalahkan di markas lawan.
“Kami meninggalkan lapangan dengan bangga terhadap para pemain saya,” tandasnya. (mpm/mtc)