Malangtrend.com, Malang – Tantangan besar dunia pendidikan tinggi pada saat ini salah satunya adalah terkait dengan terjadinya Krisis Iklim. Kesadaran akan ancaman krisis lingkungan hidup mendorong tumbuhnya sikap green awareness dari berbagai pemangku kepentingan (stakeholder). Dibalik kesadaran terhadap akan menumbuhkan optimisme ke arah lingkungan hidup yang lebih baik melalui berbagai upaya berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Direktur Polinema, Ir. Supriatna Adhisuwignjo, ST., MT dalam prosesi wisuda tahap IV Tahun 2025, Sabtu (29/11) lalu. Menurutnya, kesadaran akan ancaman krisis iklim di antaranya melahirkan green jobs. Di Indonesia, Green Jobs muncul karena adanya kebutuhan mendesak untuk mengatasi dan membentuk ketahanan atas perubahan iklim. “Tanpa adaptasi yang efektif, dampak yang dirasakan setiap penduduk terus meningkat seiring perubahan iklim,” katanya.
Supriatna menjelaskan, Green Jobs merupakan jenis pekerjaan yang diselenggarakan oleh dunia usaha dan sektor ekonomi, yang berkontribusi melestarikan dan memulihkan kualitas lingkungan. “Berbagai industri, termasuk transportasi, pertanian, konstruksi, dan manufaktur, juga tengah beradaptasi untuk mengadopsi praktik yang lebih hijau,” kata dia.
Supriatna mengungkapkan, di Indonesia pengembangan Green Jobs berjalan seiring dengan diterapkannya ekonomi hijau (green economy). Kini menjadi salah satu prioritas nasional dalam rencana pembangunan rendah karbon. Menurut Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Indonesia memiliki potensi untuk menawarkan sekitar 3 juta peluang Green Jobs pada tahun 2060.
Peluang lowongan pekerjaan di Green Jobs semakin berkembang seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perlindungan lingkungan. “Tentu ini menjadi peluang besar bagi mahasiswa dan lulusan Polinema yang tertarik berkarir di bidang energi terbarukan atau industri berkelanjutan lainnya, tersedia beragam sektor dan jalur untuk terlibat,” ungkapnya.
Green Jobs di Indonesia melibatkan sektor-sektor yang beragam, dari administrasi hingga teknologi, dari pertanian hingga manufaktur. Sehingga pada saat ini sudah ada beragam bentuk green jobs. Misalnya insinyur energi terbarukan, pekerjaan instalatir dan teknisi pembangkit listrik tenaga surya, pembangkit listrik tenaga air, pembangkit listrik tenaga angin, spesialis mobilitas berkelanjutan, teknisi pembuat mobil listrik dan komponennya, ahli biomassa, insinyur sipil dan konsultan lingkungan, manajer konstruksi hijau, konsultan logistik berkelanjutan, spesialis keuangan berkelanjutan, desain ramah lingkungan, spesialis pariwisata berkelanjutan, dan lain-lain.
Supriatna menegaskan, berdasarkan kondisi tersebut, Polinema menyiapkan dan membekali mahasiswa dan lulusannya dengan kompetensi green skills untuk memasuki era green jobs. Ada beberapa hal yang telah dan akan dilakukan oleh kampus Polinema untuk membekali mahasiswa dan lulusannya dengan green skills. Pertama, memperbaharui profil lulusan dan mengintegrasikan kurikulum Green Jobs dan Green Skills.
Kedua, penguatan green awareness dan kompetensi mahasiswa melalui berbagai program akademik maupun program kemahasiswaan. Ketiga, menguatkan riset dan pengabdian masyarakat yang mendukung isu ramah lingkungan dan pembangunan keberlanjutan. Dan keempat, membangun kemitraan dengan Industri Sektor Hijau.
“Oleh karena itu, bagi mahasiswa dan fresh graduate Polinema, green jobs bisa menjadi salah satu alternatif pilihan karier masa depan. Karena karena sektor ini menjanjikan prospek karier cerah dengan peluang karir yang terus bertumbuh seiring dengan tren global berupa kesadaran global terhadap perubahan iklim dan keberlanjutan yang membuat industri hijau atau green jobs semakin banyak diminati,” tuturnya.
Sementara itu, acara wisuda tahap IV Tahun 2025 pada jenjang Magister Terapan, Sarjana Terapan, dan Diploma Polinema berlangsung khidmat. Kegiatan ini digelar di Graha Polinema.
Momentum wisuda kali ini berbeda dari ketiga tahap sebelumnya. Karena Wisuda Tahap IV ini jumlah wisudawan lebih banyak berasal dari alumni Kampus Polinema Kediri, Lumajang dan Pamekasan.
Sebanyak 1.045 wisudawan dari 43 program studi yang telah terdaftar pada Wisuda Tahap IV. Sampai dengan pelaksanaan wisuda tahap IV tahun 2025 ini, maka Polinema telah mewisuda sejumlah 3.727 lulusan. (mpm/mtc)