Malangtrend.com – Omzet atau pendapatan UMKM yang berjualan pada event ‘Kepandjen Djaman Mbiyen’ di halaman Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang tembus jutaan rupiah per hari. Para pengunjung mulai ramai berdatangan sejak sore hingga malam membeli aneka makanan dan minuman. Adapula penjual pakaian, dan barang lainnya.
Restu Maulana, pemuda asal Desa Jambangan Kecamatan Dampit, tampak sibuk mulai menyiapkan lapak dagangannya sejak Selasa (9/12) siang kemarin. Ia ditemani seorang rekannya menjual aneka makanan krispi seperti kulit ayam, jamur, dan baby crab.
“Saya sudah mulai berjualan tiga hari ini,” ujar Restu, saat ditemui Malang Posco Media, sambil menggoreng makanan siap untuk dijual.
Pemuda berusia 24 tahun itu mengatakan, pada hari pertama berjualan, ia mendapat Rp 700 ribu. “Kalau semalam (hari kedua) Rp 2,5 juta. Hari ini (kemarin hari ketiga, red.) belum,” urainya seraya menyampaikan, pengunjung mulai banyak berdatangan sekitar pukul 16.00 WIB hingga malam.
Pengunjung yang datang mulai dari masyarakat yang bersama keluarganya, pemuda-pemudi, mahasiswa, hingga perangkat daerah turut meramaikan event Kepandjen Djaman Mbiyen. Acara ini dimulai sejak 4 Desember hingga 14 Desember 2025 mendatang.
Restu menambahkan, memang dirinya kerap berjualan mengikuti event-event. Ia menjual makanan per porsi Rp 20 ribu. Ia berharap agar acara serupa tetap diadakan dengan kurun waktu tertentu. “Harapannya agar tetap dilaksanakan kegiatan seperti ini biar membantu pendapatan ekonomi UMKM. Tapi ada jarak waktunya. Kalau terlalu rutin justru bisa sepi,” imbuhnya.
Pedagang makanan lainnya, Kurnia Bayu mengaku, dirinya mendapat hasil penjualan per hari antara Rp 2 sampai Rp 3 juta. Ia mengatakan, event Kepandjen Djaman Mbiyen, ini memang termasuk ramai dikunjungi dari berbagai kalangan masyarakat.
“Per hari antara Rp 2 sampai Rp 3 juta ke atas. Kemudian hari berikutnya normal. Habis maghrib hingga jam 22.00 WIB itu ramai,” ujar pedagang makanan yang terbiasa berjualan di event-event tersebut. Pria asal Desa Karangpandan Kecamatan Pakisaji itu sebelumnya juga berjualan hingga keluar kota. (den/udi)