Malangtrend.com – Tahun 2026 mendatang, Pemkot Malang ingin berfokus untuk peningkatan kualitas kampung tematik di Kota Malang. Bukan dari peningkatan infrastruktur, melainkan dari sisi SDM pengelolanya, yaitu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kota Malang Baihaqi menyampaikan, peningkatan kualitas SDM ini program nanti akan berkolaborasi dengan program dari Kementerian Pariwisata.
“Tahun depan, di tengah efisiensi, tidak ada alokasi anggaran untuk bantuan yang sifatnya langsung. Akan tetapi untuk pembinaan dan peningkatan SDM, itu kami justru akan kolaborasi program kegiatan dengan Kementerian Pariwisata,” terang Baihaqi, kemarin.
Diakui Baihaqi, bantuan langsung untuk kampung tematik, sudah tidak diberikan lagi sejak tahun ini. Hal itu dikarenakan adanya efisiensi anggaran yang telah diberlakukan mulai awal tahun lalu. Padahal dengan bantuan langsung tersebut, meski nominalnya kecil, setidaknya masih bisa untuk meringankan kampung tematik ketika menggelar acara atau kegiatan.
Walaupun tidak ada bantuan langsung, Baihaqi menegaskan kampung tematik tetap bisa bergeliat dengan baik, selama pengelolaannya dilakukan dengan baik. Contohnya seperti Kampung Heritage Kayutangan yang mendorong warganya memanfaatkan peluang yang ada.
Sehingga banyak bermunculan UMKM seperti kafe di dalam kampung, dari sebelumnya hanya ada lima, sekarang sudah ada 30 kafe. Tidak hanya itu, Pokdarwis juga membuat paket-paket wisata yang menarik. Akhirnya, yang terbaru, Kampung Heritage Kayutangan sukses meraih Juara 1 Pokdarwis Nasional dalam Anugrah Wonderful Indonesia Award 2025 dari Kementerian Pariwisata, akhir pekan kemarin.
“Ini tidak lepas dari kesemangatan Pokdarwisnya atau SDM di kampung tersebut. Maka, tahun depan kami maksimalkan kampung tematik, kami bina dan optimalkan sebagai destinasi wisata unggulan,” tegas dia.
Terpisah, Mila Kurniawati Ketua Pokdarwis Kampung Heritage Kayutangan sangat bersyukur atas didapatkannya prestasi yang sangat bergengsi tersebut. Ini bisa diraih setelah melewati proses yang panjang, penuh dinamika, kerja keras dan kebersamaan semua SDM yang terlibat.
“Ini menjadi bukti bahwa kerja kecil yang dilakukan secara konsisten, dengan hati yang tulus, mampu menghasilkan perubahan besar. Bahwa kekuatan utama Kayutangan, terletak pada kebersamaan, partisipasi warga, dan komitmen menjaga warisan budaya,” pungkasnya. (ian/aim)