Malangtrend,com – Nasib nahas yang menimpa Mahasiswi UMM, Faradila Amalia Najwa alias FAN, 21, warga Dusun Taman Desa/Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo, hingga kini masih menyisakan teka-teki. Saat ini, pihak kepolisian dari Ditreskrimum Polda Jatim, Polres Pasuruan hingga Polsek Wonorejo masih terus melakukan penyidikan hingga Kamis (18/12).
Sebelumnya diketahui, FAN ditemukan tak bernyawa di tepi sungai kecil yang masuk kawasan Jalan Raya Purwosari-Pasuruan termasuk Dusun Kauman, Desa Wonorejo, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Selasa (16/12) lalu. Setelah serangkaian proses identifikasi, jasad perempuan itu akhirnya ditemukan identitasnya dan diketahui merupakan Mahasiswi UMM.
Sebelumnya, kepada awak media Kabidhumas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast mengatakan petugas masih melakukan serangkaian penyelidikan hingga penyidikan oleh Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim. Proses pendalaman ini mulai dari penyebab sampai pada motif tindak kejahatan yang menyebabkan FAN meninggal dunia.
“Pihak kepolisian melakukan serangkaian proses penyelidikan terkait hasil perkembangan penyelidikan, tim Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, telah mengamankan satu terduga pelaku berinisial (Bripka) AS yang diduga ada keterkaitan dengan penyebab meninggalnya korban,” jelasnya, Rabu (17/12) kemarin.
Pamen Polri itu menjelaskan, tim Jatanras Polda Jatim telah menangkap terduga pelaku berinisial AS yang merupakan anggota Polres Probolinggo. Selain itu Jatanras telah mengamankan sejumlah barang bukti terkait kasus tersebut.
“Selanjutnya personel Polda Jatim juga telah mengamankan beberapa barang bukti yang diduga ada keterkaitan dengan peristiwa pidana yang terjadi. Selain itu, dari hasil penyelidikan, bahwa diduga masih ada pelaku atau tersangka lainnya yang turut serta melakukan tindak pidana terhadap korban (FAN),” lanjutnya.
Kapolsek Wonorejo AKP Sugiyanto sebelumnya mengatakan, bahwa Unit Reskrim Polsek Wonorejo bersama Satreskrim Polres Pasuruan dan Ditreskrimum Polda Jatim tengah melakukan penyelidikan intensif kasus penemuan jenazah FAN. Hingga saat ini, penyebab kematian korban juga masih didalami.
“Sampai saat ini, untuk penyebab pasti kematiannya masih dalam proses penyelidikan kepolisian dan tim medis (menunggu hasil autopsi),” jelasnya.
Dari informasi yang dihimpun, korban selama ini mengendarai motor saat pulang-pergi Probolinggo-Malang. Namun, diketahui bahwa kendaraan milik korban tersebut tidak berada di lokasi saat kejadian. Korban juga ditengarai sempat dijemput oleh seseorang seperti ojol dari tempat kosnya.
Korban yang memang hendak pulang ke Probolinggo ini, justru pulang untuk selamanya dan menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Jenazah FAN kali pertama ditemukan warga hendak memanen jagung di sawah, yang ada di sekitar lokasi.
Saat itu, korban ditemukan sekitar pukul 06.30 WIB dengan kondisi tak bernyawa memakai jaket warna hitam, celana kain warna krem. Korban masih memakai helm warna pink. Polisi kemudian mengevakuasi ke Rumah Sakit (RS) Pusdik Brimob Watukosek Gempol.
Polisi sempat menyebut tidak ditemukan luka akibat senjata tajam maupun senjata api di tubuh korban. Namun, kemungkinan luka akibat benda tumpul masih didalami.(rex/lim/mtc)