Malangtrend.com – Sejumlah warga Joyogrand RW 9 Kelurahan Merjosari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang melakukan audiensi bersama Komisi A DPRD Kota Malang, Senin (29/12) siang. Puluhan warga itu mengadu kepada dewan karena keresahannya terhadap sosok Muhammad Imam Muslimin atau Kiai Mim yang pernah berseteru dengan Sahara, tetangganya.
Ketua RW 9 Kelurahan Merjosari Wahyu Rendra menyebut, tindakan Kiai Mim yang meresahkan warga sebenarnya sudah mulai dirasakan sejak lama. Hanya saja, warga selalu mencoba meredam dan tidak meladeni ulahnya.
“Harapannya dewan ini bisa memfasilitasi untuk menyelesaikan permasalahan ini. Warga merasa keberatan dia tinggal di lingkungan ini. Selama ini warga diam, karena menganggap masalah dua pribadi antara Sahara dan Kiai Mim. Tapi lambat laun kok meresahkan warga juga,” terang Wahyu usai audiensi.
Sejumlah tindakan yang diresahkan, misalnya seperti menggembosi ban kendaraan hingga merusak CCTV lingkungan. Selama ini tindakan itu belum banyak diketahui publik karena yang terekspose hanya sosok Kiai Mim dan Sahara.
“Warga sudah melapor ke polisi terkait kerusakan CCTV, itu awal Desember. Perusakan fasilitas umum, dua titik di jalan lingkungan. CCTV itu kepentingan umum, untuk memantau lingkungan. Tapi dia beranggapan CCTV itu memantau dia, padahal lokasinya di pertigaan,” sebutnya.
Terpisah, dikonfirmasi terkait adanya laporan warga terhadap dirinya, Kiai Mim menegaskan bahwa ia tidak pernah melakukan perusakan kamera CCTV. “Saya itu hanya membetulkan arah kamera CCTV karena menyorotnya ke rumah saya. Privasi saya bisa terganggu. Hanya satu (CCTV) saja, bukan dua,” kata Kiai Mim.
Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Kota Malang Lelly Theresiyawati menyampaikan pihaknya menerima curhat dari warga setelah beberapa hari lalu warga mengirimkan surat audiensi. Pihaknya akan melihat dan memantau terlebih dahulu perkembangan masalah tersebut, apalagi sudah ada proses hukum yang telah ditempuh.
“Kami akan berkomunikasi dengan anggota terlebih dahulu. Kami akan rapat internal, nanti seperti apa dan bagaimana untuk ke depannya. Kami hanya bisa mengawal dan memantau,” tutupnya. (ian/aim/mtc)