Malangtrend.com – Badai sulit menang yang kembali menerpa Singo Edan, imbas permainan inkonsistensi yang membuat anak asuh Marcos Santos tak pernah menang dari enam pertandingan. Fenomena ini karena transisi permainan yang kerap tersendat, karena fokus para pemain yang turun.
Pelatih Arema FC Marcos Santos mengatakan, tantangan terbesar Singo Edan saat ini adalah kurangnya harmonisasi permainan. Jebolnya pertahanan yang dikawal oleh Julian Guevara, dkk, saat bertandang ke kandang Bali United, menjadi sorotan tajam bukti rentannya pertahanan Arema.
“Kami memang sedang dalam upaya menyelesaikan masalah kurang fokus, khususnya saat babak kedua. Harus banyak persiapan dan pembenahan,” ujarnya.
Absennya bomber Arema, Dalberto Luan Belo di dua pertandingan terakhir juga sangat terasa. Pemain pelapis seperti Dedik Setiawan dan Teuku Razza juga belum berhasil mengisi kekosongan tersebut.
Tak hanya sulit menang, Arema juga sulit mencetak gol. Di dua pertandingan terakhir lawan Persita dan Bali United, Arema gagal mencetak gol. Satu gol dari kaki Dedik saat menjamu Persita di Kanjuruhan dianulir wasit.
Kondisi ini, harus segera diubah oleh jajaran pelatih dan pemain, agar Singo Edan kembali ke papan atas. Saat ini, Arema hanya bertengger di peringkat 12 Klasemen BRI Super League 2025/2026 hanya terpaut delapan poin dari zona degradasi.
“Kami mohon maaf kepada Aremania, yang selalu mendukung dan mendampingi kami. Kami harus melakukan evaluasi, kami akui memang saat ini kesulitan mencari gol dan hadirnya Dalberto cukup penting bagi kami,” pungkasnya. (rex/jon/mtc)