Malangtrend.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu melakukan pemetaan kawasan hulu Sungai Kali Paron menyusul terjadinya luapan air yang berdampak pada wilayah hilir pada Senin (5/1). Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Wali Kota Batu usai meninjau lokasi terdampak banjir di Dusun Beru, Desa Bumiaji, Minggu (4/1) lalu.
Kepala DPUPR Kota Batu, Alfi Nurhidayat mengatakan pemetaan dilakukan melalui pengambilan foto udara untuk melihat secara menyeluruh kondisi alur sungai dari bagian hulu. Tujuannya mengidentifikasi penyebab luapan air yang terjadi sebelumnya.
“Sesuai arahan Bapak Wali Kota, kami melakukan pemetaan dari udara untuk memotret kondisi aliran Sungai Kali Paron. Dari hasil awal, luapan terjadi karena adanya sumbatan material, seperti batang kayu besar dan debris yang terbawa arus,” ujar Alfi kepada Malang Posco Media.
Ia menguraikan material yang terbawa aliran air tidak hanya berupa batang dan gelondongan kayu, tetapi juga kerikil, pasir, lumpur serta sampah pertanian. Material-material tersebut menyumbat sejumlah saluran sodetan dan bypass channel yang selama ini berfungsi mengendalikan debit air.
“Kami menemukan adanya material berupa gelondongan pohon, ranting, dahan, hingga rumpunan bambu yang terbawa arus dan menyumbat pintu air serta saluran sodetan. Akibatnya ketika hujan intensitas tinggi air di Kali Paron meluap,” ungkapnya.
Untuk mengetahui lebih jauh, DPUPR juga menelusuri kemungkinan adanya perubahan tata guna lahan di wilayah hulu sungai. Menurut Ketua PII Kota Batu ini, pemetaan penting untuk mengetahui apakah aktivitas pertanian atau alih fungsi lahan berkontribusi terhadap masuknya sampah pertanian ke alur sungai saat musim hujan.
“Melalui pemetaan ini kami lakukan untuk melihat apakah ada pengolahan atau alih fungsi lahan di hulu yang menyebabkan sampah pertanian terbawa air dan akhirnya menyumbat saluran-saluran pengendali banjir,” bebernya.
Selama pemetaan udara yang dilakukan sejak Minggu hingga Senin, pihaknya akan segera melaporkan hasil temuan kepada Wali Kota Batu dan Wawali sebagai bahan evaluasi dan penentuan langkah lanjutan.
“Hasil pemetaan ini akan kami laporkan kepada Bapak Wali Kota. Pada prinsipnya, ini juga menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” pesannya. (eri/aim/mtc)