Malangtrend.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Malan akan mulai merealisasikan pelaksanaan program RT Berkelas mulai Februari mendatang. Hingga saat ini, mayoritas usulan yang masuk dari RT se-Kota Malang masih berkutat pada kebutuhan penambahan maupun perbaikan infrastruktur lingkungan.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan, program RT Berkelas dirancang untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat di tingkat paling bawah. Meski baru pertama kali dilaksanakan pada 2026, Pemkot tetap berkomitmen menjalankan program tersebut di tengah keterbatasan anggaran daerah.
“Tahun ini menjadi awal pelaksanaan RT Berkelas. Dari pemetaan sementara, sebagian besar usulan RT masih didominasi kebutuhan infrastruktur,” kata Wahyu.
Ia menjelaskan, keterbatasan fiskal membuat Pemkot harus melakukan penyesuaian agar
program tetap berjalan tepat sasaran. Karena itu, Wahyu menekankan pentingnya penyusunan usulan yang benar-benar prioritas dan berorientasi jangka panjang.
“Bukan berarti RT Berkelas tidak jalan. Tapi harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Selama ini usulan cenderung bersifat temporer, padahal program ini disiapkan dengan konsep dan target lima tahunan,” ujarnya.
Untuk memastikan dampak program terasa langsung oleh warga, Pemkot Malang akan melakukan pendampingan kepada RT melalui kelurahan. Mekanisme penyaluran anggaran juga dilakukan secara berjenjang.
“Anggaran nanti turun ke kelurahan, lalu kelurahan yang menyesuaikan dengan usulan RT. Biasanya mulai Februari sudah bisa berjalan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua RT 08 RT 06 Kelurahan Pandanwangi Kecamatan Blimbing, Prastowo, menyampaikan, pihaknya telah mengajukan kebutuhan lingkungan melalui RW dan kelurahan. Usulan tersebut disesuaikan dengan kondisi riil di wilayahnya.
“Alhamdulillah usulan sudah kami sampaikan.
Kebutuhan kami di antaranya penambahan Penerangan Jalan Umum (PJU) dan CCTV lingkungan,” ungkapnya.
Ia berharap usulan tersebut dapat segera direalisasikan, meski hingga kini belum ada informasi lanjutan terkait tindak lanjut pengadaan.
“PJU yang diusulkan ada empat titik, termasuk penambahan tiang, serta satu paket CCTV. Harapannya bisa segera direalisasikan,” pungkasnya. (rex/aim)