Wajah Baru Alun-Alun Merdeka Kota Malang
Malangtrend.com – Wajah baru Alun Alun Merdeka Kota Malang segera bisa dinikmati warga. Lebih nyaman, modern, ramah anak. Salah satu ruang publik terbaik di Kota Malang ini pun segera diresmikan.
Peresmian dan pembukaan kembali salah satu destinasi wisata gratis dalam kota ini dijadwalkan akhir Januari 2026 ini.
Kawasan ruang terbuka hijau (RTH) ini kini tampil dengan wajah baru yang lebih ramah anak, bersih, dan tertata. Ini adalah hasil revitalisasi dengan sumber dana dari biaya promosi Bank Jatim sebesar Rp 5.250.000.000,00.
Berdasarkan pantauan Malang Posco Media di lokasi pasca-revitalisasi ini, Alun-Alun Merdeka Kota Malang sudah dilengkapi berbagai fasilitas publik, seperti playground, skatepark, air mancur interaktif, toilet umum yang diperbesar dengan ruang laktasi dan akses disabilitas. Kemudian ada penambahan area duduk, photobooth, serta ruang terbuka hijau yang tertata.
Kawasan ini nantinya dapat diakses masyarakat secara gratis dan bebas dari aktivitas PKL. Selain itu, dukungan penerangan cahaya tempak lebih banyak dan terang, serta adanya layar digital di beberapa titik juga menambah nuansa modern.
Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang menyampaikan, seluruh fasilitas utama telah terpasang dan berfungsi dengan baik. Fasilitas tersebut meliputi playground, lampu taman dekoratif, hingga sistem pencahayaan untuk dry fountain atau air mancur interaktif tanpa kolam.
“Pengerjaan juga dilakukan malam hari untuk memastikan lampu dan air mancur bisa diuji secara visual. Saat malam, efek lampu membuat air mancur lebih terlihat,” jelasnya.
Ia menegaskan, sebelum pembukaan resmi, DLH masih akan melakukan pengecekan akhir guna memastikan seluruh fasilitas dan aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung.
“Setelah pekerjaan rampung, akan dilakukan pengecekan akhir sebelum pembukaan resmi oleh Pak Wali Kota Malang pada akhir Januari,” imbuhnya.
Raymond juga memastikan, pasca-revitalisasi, kawasan Alun-Alun Merdeka akan steril dari pedagang kaki lima (PKL). Meski demikian, Pemkot Malang tetap menyiapkan skema relokasi ke lokasi yang lebih representatif.
“Alun-Alun Merdeka ini ikon Kota Malang. Harapannya, masyarakat bisa memanfaatkan sekaligus menjaga kebersihan dan ketertibannya,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa konsep revitalisasi Alun-Alun Merdeka memang diarahkan untuk menjadi ruang publik ramah keluarga. Berdasarkan data pengunjung, mayoritas pengunjung alun-alun merupakan keluarga, baik ibu-ibu hingga anak-anak.
“Sekitar 80 persen pengunjung Alun-Alun Merdeka didominasi keluarga yang membawa anak-anak. Karena itu, kami ingin menjadikan kawasan ini ramah anak, mulai dari perbaikan playground hingga menghadirkan dry fountain atau air mancur terbuka untuk bermain,” terangnya.
Selain itu, kenyamanan dan kebersihan kawasan juga menjadi perhatian utama. DLH menambah jumlah tempat sampah dan mengatur area khusus bagi pengunjung yang merokok.
“Harapan kami, kita semua bisa menjaga keamanan, kenyamanan, dan kebersihan bersama. Untuk pengunjung yang merokok disediakan tempat-tempat tertentu, jauh dari area utama alun-alun,” ujarnya.
Terkait rencana pengembangan Alun-Alun Merdeka yang akan terintegrasi dengan wisata heritage terpadu, Raymond menyatakan pihaknya menyambut baik gagasan tersebut. Namun, realisasi konsep tersebut masih memerlukan kajian mendalam.
“Kajian tersebut termasuk penataan PKL dan sentra kuliner, karena untuk melakukan penataan kami harus memetakan wilayah strategis. Kami juga perlu melihat keinginan dan antusiasme masyarakat,” tandasnya. (rex/van)