Malangtrend.com – Pakar Tata Kota Malang Ir Budi Fathony memandang revitalisasi Alun-Alun Merdeka Kota Malang sebagai langkah progresif penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Malang.
Revitalisasi ini menggunakan sentuhan modernitas, kekinian yang juga tetap menjaga nilai historis Alun-Alun Merdeka.
Meski begitu Budi Fathony menilai kedepannya Alun-Alun Merdeka tidak hanya akan dipandang sebagai RTH saja. Tetapi sebuah ruang historis edukatif dan juga sebuah penanda kota.
“Alun-Alun Merdeka itu sejak dahulu menjadi penada distrik. Manifestasi dari tata ruang sebuah kota,” tegas Budi.
Dia menyampaikan beberapa fasilitas yang ada seperti Playground dan Dry Fountain menjadi salah satu yang nantinya akan menarik perhatian warga. Hal ini tentu bisa menjadi kesempatan luas bagi siapapun yang ingin memanfaatkan Alun-Alun Merdeka untuk berkegiatan positif.
Ia mendorong Pemkot Malang bisa mengarahkan konsep tata ruang yang sudah ditata di Alun-Alun menjadi lebih bernilai manfaat. Khususnya untuk edukasi.
“Karena tidak bisa dilepas dari nilai sejarahnya. Alun-Alun Merdeka kalau dari sisi sejarahnya punya konsep tata ruang Alun-Alun Mataraman. Polanya tradisional menunjuk pada tipe tata ruang Jawa pada zamannya,” paparnya.
Yang dia maksud adalah pola tata ruang zaman dahulu yang masih bisa dilihat saat ini (gaya Alun-Alun Mataraman) adalah alun-alun ini dikelilingi beberapa kawasan atau ruang ikonik lainnya. Yakni pemerintahan, masjid (kawasan aktivitas agama), pasar (Pasar Besar) dan ruang publiknya (yakni Alun-Alun sendiri).
Dengan konsep yang saat ini, revitalisasi Alun-Alun Merdeka Malang harus bisa terlihat mempertahankan itu sebagai bentuk edukasi.
“Saya semangat dengan revitalisasi ini, ruang edukasi masih terpampang jelas juga tata historisnya terlihat. Revitalisasi ini kami sambut positif,” tegas dia.
Meski begitu ia tetap mengingatkan kedepannya, khususnya bagi Pemkot Malang dalam pengelolaannya. Yakni tetap berpegang teguh pada nilai historis yang masih dimiliki Alun-Alun Merdeka Malang.
Meskipun RTH, Alun-Alun Merdeka Malang menyimpan nilai sejarah yang tidak bisa dilupakan begitu saja.
“Saya lihat memang gayanya lebih modern. Contohnya playground-nya ya, karena memang itu kebutuhan di ruang publik harus disesuaikan memang dengan saat ini. Tetapi tetap juga arahnya kedepan bisa lebih edukatif tanpa mengurangi nilai sejarah Alun-Alun Merdeka Malang, harapannya tetap dipertahankan,” tegas Budi.
Sebelumnya Kepala Bank Jatim KC Malang Wardoyo menyebutkan bahwa revitalisasi Alun-Alun Merdeka Malang sebagai bentuk kerja sama yang diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi warga Kota Malang.
Dengan segala konsep yang sudah disepakati dan dikerjakan, sebentar lagi Alun-Alun Merdeka Malang sudah bisa dibuka dan dimanfaatkan warga Kota Malang.
“Kami optimis semua sesuai dengan kesepakatan dan berjalan sesuai dengan rencana,” tutur dia singkat.
Diketahui Pemkot Malang bekerjasama dengan Bank Jatim dalam merealisasikan revitalisasi Alun-Alun Merdeka Malang. Kesepakatannya diteken secara resmi pada Juli 2025 lalu. Dimana Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan Kepala Bank Jatim KC Malang Wardoyo melakukan penandatangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) revitalisasi Alun-Alun Merdeka pada 22 Juli 2025 lalu. (ica/van)