Malangtrend.com – Animo masyarakat ke Alun-Alun Merdeka Kota Malang sangat besar. Ini terlihat ketika peresmian wajah baru Alun-Alun Merdeka, Rabu (28/1) tadi malam langsung diserbu begitu banyak warga masyarakat. Sejumlah aturan pun diberlakukan demi menjaga kenyamanan bersama.
Mereka memenuhi sekeliling plaza air mancur saat seremoni peresmian berlangsung. Ini diluar prediksi, karena rencananya Alun Alun Merdeka baru dibuka ketika seremoni pelepasan banner penutup
Salah satu warga asal Sumberporong, Lawang, Paiti, rela berangkat malam-malam dan kehujanan, hanya untuk melihat air mancur baru yang ada di Alun-Alun Merdeka.
“Iya, karena tahu dari TikTok. Kayaknya bagus lihatnya itu loh, makanya ke sini. Penasaran. Dulu sering ke Alun-Alun karena ada saudara juga di Klayatan, Sukun,” ujar Paiti.
Warga lainnya, Siti asal Sawojajar mengaku anak-anaknya sudah merindukan ingin berkunjung ke Alun-Alun. Maka ketika ada kabar peresmian wajah baru Alun Alun, ia bersama anaknya langsung berangkat ke Alun Alun.
“Katanya kan lama tidak ke sini, terus pas tahu pembukaan, ini mau ke sana. Memang sering ke sini, cuma selama tutup ini nggak pernah ke sini. Makanya ini tadi minta ke sini banget. Anaknya itu suka ayunan itu lho sama perosotan,” kata Siti.
Siti mengaku gembira karena permainan di Playground makin banyak. Selain itu, saat ini juga terdapat air mancur yang bisa digunakan untuk bermain.
“Pas masih ditutup, mainnya ke playground di Sawojajar. Biasanya seminggu dua kali bisa main ke sini, diantar sama ayahnya. Memang harusnya di Kota Malang diperbanyak playground seperti ini,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas selesainya revitalisasi salah satu landmark Kota Malang itu selama 105 hari belakangan. Ia berharap wajah baru Alun Alun yang memiliki nilai historis tinggi ini bisa menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat.
“Alhamdulillah tepatnya hari ini kita melihat Alun-Alun Merdeka yang ‘mbois’. Bagaimana gemerlap air mancur yang disorot air, melihat mainan anak-anak yang baru, amphitheater dan semuanya yang ‘mbois’,” syukur dia.
Selain playground baru, fasilitas edukasi juga akan disediakan kembali. Yakni taman baca dengan perpustakaan mobil keliling. Sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang sangat strategis, maka Wahyu berharap Alun-Alun Merdeka ini mampu menjadi sebuah etalase wajah Kota Malang, sebuah ruang yang tidak hanya nyaman, tapi juga menjadi ruang kegiatan yang kreatif.
Ia berharap kepada seluruh warga yang berkunjung agar turut menjaga dan merawat Alun-Alun Merdeka ini.
“Kami berharap semua warga bisa punya rasa memiliki. Kalau punya rasa memiliki, semua akan ikut memelihara. Membangun mudah tapi kalau merawat dan memelihara ini yang susah,” tutur dia.
Mengingat besarnya animo masyarakat, Plh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang menyampaikan, pihaknya akan menempatkan sejumlah petugas untuk memastikan Alun-Alun Merdeka terjaga dengan baik.
Idealnya, jumlah petugas berjumlah 20 petugas, namun untuk sementara waktu ini memanfaatkan petugas yang ada. Menurut Raymond, nantinya petugas itu merupakan tenaga kebersihan dan tenaga keamanan. Selain itu, juga termasuk petugas khusus di playground
“Kami akan menempatkan penjaga di playground untuk mengingatkan bergantian bermain. Supaya berlaku adil, ada waktu bermain dan bergantian. Termasuk mengingatkan tidak menggunakan alas kaki di tempat bermain,” bebernya.
Usai Alun- Alun Merdeka direvitalisasi, pihaknya tengah menyusun anggaran khusus untuk perawatan landmark Kota Malang tersebut. Meski belum diketahui nilai persisnya, diperkirakan anggaran perawatan berkisar Rp 300 juta-Rp 400 juta per tahun. Untuk anggaran perawatan ini pihaknya berencana kerja sama CSR Bank Jatim. (ian/van)