Malangtrend.com – Penyerang asing anyar Arema FC Joel Vinicius Silva Dos Anjos mengungkapkan alasan di balik keputusannya meninggalkan Borneo FC Samarinda dan memilih bergabung dengan Singo Edan di paruh musim Super League 2025/2026. Bagi striker asal Brasil tersebut, keputusan hijrah ke Arema FC bukan semata soal sepak bola, tetapi tantangan bersama klub besar dan juga demi masa depan keluarganya.
Joel Vinicius menyebutkan sejak awal datang ke Indonesia, dirinya memang sudah menargetkan tantangan yang lebih besar dalam karier profesionalnya. “Sebelum ke Indonesia, tujuan saya memang mencari tantangan yang lebih besar untuk masa depan keluarga. Saat masuk ke Borneo FC, saya sudah berpikir jauh ke depan,” ujar Vinicius usai latihan bersama Arema FC di Dreams Football Pitch Pakis, Rabu (28/1/26) kemarin.
Penampilan impresif bersama Borneo FC di putaran pertama, yang membuatnya mencetak tujuh gol, membuka peluang baru dalam kariernya. Ketika tawaran dari Arema FC datang, Vinicius mengaku sudah siap mengambil keputusan besar tersebut.
“Setelah putaran pertama berjalan bagus, lalu datang tawaran dari Arema FC, saya siap. Keluarga juga mendukung, jadi saya mencari sesuatu yang lebih ke depan untuk mereka,” lanjutnya.
Meski Borneo FC tengah berada dalam kondisi kompetitif di papan atas, Vinicius tak ragu meninggalkannya. Ia melihat Arema FC sebagai klub besar dengan tantangan tersendiri.
“Saya melihat situasi Arema FC memang belum bagus di liga. Tapi Arema adalah tim besar, punya Aremania yang fanatik, stadion yang selalu penuh. Saya pikir, dengan kerja keras, saya bisa membantu membawa Arema menjadi lebih besar,” tegasnya.
Terkait target pribadinya, Vinicius menegaskan tidak hanya berorientasi pada gol. Sebagai penyerang, dia ingin kontribusinya berdampak langsung pada kebangkitan tim.
“Target utama saya datang ke sini adalah membantu Arema FC bangkit. Tentu sebagai striker saya ingin mencetak gol, tapi yang paling penting adalah Arema bisa menang dan naik di klasemen,” katanya.
Vinicius juga menyinggung keberadaan banyak pemain Brasil di skuad Arema FC, termasuk pelatih Marcos Santos. Menurutnya, hal tersebut menjadi keuntungan dalam proses adaptasi, meski bukan faktor utama.
“Benar, ada banyak pemain Brasil dan pelatih juga dari Brasil. Tapi bukan berarti harus semua Brasil supaya jadi bagus. Yang terpenting sekarang kami punya bahasa yang sama, sehingga adaptasi bisa lebih cepat dan bisa langsung membantu Arema,” jelasnya.
Dengan pengalaman satu putaran bermain di Indonesia, Vinicius mengaku sudah memahami karakter permainan Arema FC. Ia menilai posisi Arema di klasemen tidak sepenuhnya mencerminkan kualitas tim.
“Saya melihat Arema FC bukan dari klasemen, tapi dari permainannya. Arema bermain luar biasa, hanya sayang sering tidak menang. Sekarang banyak pemain baru datang, termasuk saya. Semoga kami bisa membantu Arema meraih kemenangan dan naik lagi di klasemen,” pungkas Joel Vinicius.
Kehadiran Joel Vinicius diharapkan menjadi salah satu kunci kebangkitan Arema FC dalam persaingan Super League 2025/2026, sekaligus menjawab kebutuhan akan ketajaman di lini depan Singo Edan. (ley/jon/mtc)