Malangtrend.com – SMK Plus Almaarif Singosari membuktikan bahwa pendidikan vokasi masa kini bukan lagi sekadar teori di atas kertas. Melalui peluncuran unit bisnis Skamtech Wieder, sekolah ini resmi bertransformasi menjadi pusat inkubasi wirausaha yang memadukan kompetensi keahlian siswa dengan kebutuhan nyata masyarakat, Sabtu (31/1).
Ketua Unit Bisnis Skamtech Wieder, Indra Setiawan, menjelaskan bahwa peluncuran ini merupakan langkah strategis untuk membekali siswa dengan pengalaman nyata di dunia kerja. “Hari ini kami memberanikan diri meresmikan unit bisnis sekolah. Tujuannya bukan sekadar profit, tapi memberikan ruang bagi siswa untuk mengasah skill wirausaha dan kemandirian ekonomi setiap jurusan,” ungkap Indra.
Skamtech Wieder tidak main-main dalam menyediakan layanan. Seluruh unit usaha dikembangkan berdasarkan kompetensi keahlian yang ada di sekolah, namun dikemas secara profesional untuk masyarakat umum.
Ada enam lini bisnis utama yang diperkenalkan, antara lain Teknik Otomasi Industri, Tata Boga, Jasa Otomotif, Tata Kecantikan, Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) dan Unit Kreatif & Lokal. Menariknya, unit otomotif juga mendapat dukungan penuh dari Yamaha SIP Lawang sebagai mitra industri dalam proses pembelajaran pemasaran produk.
Kepala SMK Plus Almaarif Singosari, Toni Kuswinarto, menegaskan bahwa sekolah hanya menjalankan fungsi sebagai fasilitator. “Siswa kami memiliki keterampilan luar biasa. Kami hanya memberikan wadah agar mereka memiliki langkah nyata dan siap pakai
setelah lulus nanti,” ujarnya.
Dukungan senada datang dari Ketua Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari, KH. Anas Noor (Gus Anas). Ia memberikan motivasi agar semangat kewirausahaan ini terus dijaga dan ditingkatkan. “Semoga Skamtech Wieder berkembang pesat dan menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lain dalam membangun ekosistem bisnis di sekolah,” harap Gus Anas. (imm)