Krisna: Mau Operasi Tidak Usah ke Luar Negeri, Cukup di RSSA Saja
Malangtrend.com – Konsep One Stop Service yang diusung Grand Paviliun RSUD Saiful Anwar (RSSA) Jatim, sempurna sudah. Rabu pagi kemarin, satu dari dari tiga kamar operasi kategori high technology milik Grand Paviliun RSSA telah mulai dioperasikan.
Kamar operasi berstandart internasional itu, kali pertama, digunakan operasi pasien pergantian sendi panggul (hip replacement). Pasien yang beruntung mendapatkan pelayanan operasi di karma operasi canggih itu adalah Ny. AS, 73, warga Kota Malang.
Operasi pergantian sendi panggul di kamar operasi RSSA, sebenarnya sudah ratusan kali dilakukan di RSSA. Bedanya jika biasanya operasi membutuhkan waktu minimal 3 jam, maka operasi di kamar operasi high technology dibutuhkan waktu cukup 1,5 jam saja.
‘’Canggih. Peralatannya serba canggih. Karena itu juga, feel kita menjadi lebih strong saat melaksanakan operasi,’’ tandas Dr. dr. Krisna Yuarno Phatama, Sp.OT, SubSp.PL(K), dokter yang memimpin operasi perdana tersebut.
Secara rinci dan detail, Krisna lantas mengurai kualitas dan keunggulan kamar operasi yang dipakainya tadi. Termasuk kekuatan dan kecanggihan alat-alat penunjang operasi di dalam kamar operasi yang berada di lantai VII Grand Paviliun ini.
Menurut Krisna, peralatan yang digunakan di kamar operasi tadi perpaduan pabrikan dari Jerman dan Amerika. Otomatis akurasi proses operasi menggunakan produk dua pabrikan itu sangat tinggi dan meyakinkan.
‘’Saran saya. Ini saran ya. Kalau ingin operasi sekarang tidak perlu ke luar negeri. Bahkan, tidak usah jauh-jauh ke Surabaya dan Jakarta. Cukup di sini saja. Di RSSA alat-alat dan tenaga medisnya mumpuni dan berpengalaman semua,’’ ajak Krisna meyakinkan.
Ditambahkan Krisna, operasi hip replacement merupakan tindakan dengan tingkat teknologi tinggi yang membutuhkan instrumen dan fasilitas modern. Dengan hadirnya kamar operasi di Grand Paviliun, layanan bedah ortopedi dan layanan lainnya kini dapat dilakukan dengan standar internasional.
‘’Makanya, sore ini (kemarin sore) pasien akan dicoba duduk. Dan besok (hari ini) dilatih berjalan. Jika sudah bisa berjalan, pasien bisa diperbolehkan pulang,” kata Krisna dengan menyebutkan, kamar operasi Grand Paviliun tidak hanya mengandalkan keunggulan teknologi semata.
‘’Tidak hanya sisi teknologi, aspek pengendalian infeksi juga menjadi perhatian utama. Cek infeksi dilakukan rutin tiap tiga bulan. Selain alat-alat, kualitas udara dalam kamar operasi menjadi atensi agar meminimalkan risiko,’’ pungkas Krisna. (has/mtc)