Bagi Wilayah Drop Zone Sesuai Daerah
Malangtrend.com – Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri puncak Mujahadah Kubro peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada 7–8 Februari 2026. Kabar tersebut dibenarkan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat usai mengikuti agenda nasional bersama Presiden di Jakarta.
“Insya Allah beliau hadir,” ujar Wahyu usai kembali dari Rekornas Kepala Daerah se-Indonesia bersama Presiden di Jakarta, kemarin.
Wali Kota Wahyu menegaskan, Pemkot Malang telah menyiapkan berbagai skenario pengamanan dan pengaturan jemaah.
“Semua alur sudah disiapkan, termasuk jika ada pengondisian khusus saat Presiden hadir. Yang terpenting kegiatan berjalan lancar, aman, dan jemaah tetap nyaman,” terangnya.
Dia menambahkan, pihaknnya juga kini tinggal mematangkan kesiapan untuk pengaturan lalu lintas untuk 100 ribu jemaah yang akan hadir. Selain itu, juga memastikan kehadiran Presiden RI bersama dengan Korem 083 Baladhika Jaya.
“Insya Allah Bapak Presiden akan hadir, karena dari Sekretariat Presiden juga sudah ada di sini. Kalau ada kedatangan Bapak Presiden, nanti yang menjadi penanggung jawab adalah dari Danrem ya. Nah, itu nanti yang kita akan siapkan. Kita persiapkan terkait dengan pergerakan, keamanan, terus terkait dengan penetapan dari maktab, maktabnya,” beber Wahyu.
Kehadiran kepala negara membuat persiapan dilakukan secara maksimal oleh PCNU Kota Malang dan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang sebagai tuan rumah kegiatan keagamaan berskala besar tersebut. Koordinasi intensif juga dilakukan dengan unsur TNI-Polri, pemerintah daerah Malang Raya, hingga berbagai elemen masyarakat.
Ketua PCNU Kota Malang KH Isroqunnajah menyebut dukungan lintas unsur di Malang sangat kuat, termasuk dari Muhammadiyah dan gereja-gereja sekitar stadion yang turut membantu penyediaan fasilitas dan posko kesehatan.
Panitia memperkirakan sekitar 100 ribu jemaah hadir dari berbagai daerah di Jawa Timur. Karena kapasitas Stadion Gajayana hanya sekitar 25 ribu orang, jemaah akan tersebar di jalan-jalan sekitar lokasi. Pemkot bersama PCNU menyiapkan videotron di berbagai titik agar jemaah di luar stadion tetap dapat mengikuti rangkaian acara.
Rangkaian Mujahadah Kubro dijadwalkan berlangsung mulai pukul 02.00 hingga 09.00 WIB. Waktu pelaksanaan yang relatif pagi dipilih demi kenyamanan jemaah.
“Alhamdulillah support pemda Malang Raya, khususnya Pemkot Malang, sangat luar biasa. Juga “kakak” kami PD Muhammadiyah dan gereja sekitar stadion. Mereka sangat mendukung suksesnya gawe NU ini,” ujar Gus Is, sapaan akrabnya.
Pria yang akrab disapa Gus Is itu menyampaikan, pihaknya membagi 9 zona untuk manajemen arus jemaah PC NU dari berbagai daerah. 9 zona itu tercantum dalam 3 drop zone. Yaitu Drop Zone Barat di Jalan Ijen, Jalan Surabaya, Jalan Veteran dan sekitarnya. Lalu Drop Zone Selatan di Alun Alun Merdeka dan sekitarnya, sementara untuk Drop Zone Timur yakni di Stasiun Malang Kota Baru hingga Balai Kota Malang.
“Seperti yang kita tahu, jalan menuju Kota Malang ini tidak memungkinkan kalau tidak kami atur. Karena itu kami bagi PC Kota/Kabupaten se-Jawa Timur itu yang ada sebanyak 45 PC, kami bagi menjadi 9 zona,” jelas Gus Is.
Secara rinci, untuk Zona 1A untuk asal daerah Surabaya dan Gresik, lokasi dropzone tepatnya berada di Jalan Simpang Ijen dan Jalan Simpang Balapan. Lalu Zona 1B untuk asal daerah Bawean, Lamongan, Babat dan Tuban untuk drop zone di Jalan Surabaya. Kemudian Zona 1C untuk asal daerah Bojonegoro, Ngawi, Magetan dan Kota Madiun di drop zone Jalan Semarang.
Di Zona 2 untuk Kabupaten Madiun, Nganjuk, Kota dan Kabupaten Mojokerto, lokasi drop zone di Graha Cakrawala Jalan Veteran. Lalu di Zona 3A untuk asal daerah Jombang, Sidoarjo, Bangil dan Pasuruan di drop zone Samantha Krida Jalan Veteran. Lalu Zona 3B untuk daerah Probolinggo dan Kraksaan lokasi drop zone di Jalan Bandung
Kemudian Zona 4A untuk daerah Situbondo, Bangkalan, Sampang dan Pamekasan lokasi drop zone di Jalan Bandung. Zona 4B untuk daerah Sumenep, Kangean dan Masalembu lokasi drop zone di Jalan Bandung.
Lalu untuk Zona 5 dan Zona 6 untuk asal daerah Kota Batu dan Kota Malang, lokasi drop zone di Jalan Besar Ijen. Kemudian Zona 7 untuk Kabupaten Malang dengan drop zone di Jalan Merdeka Barat dan Jalan Merdeka Selatan.
“Kalau jumlah jemaah Malang Raya, karena penyangga ya, dan kami hanya 5 kecamatan, kami estimasi maksimal 5.000 jemaah. Kemudian Kota Batu juga 5.000 jemaah. Kemudian untuk yang Kabupaten Malang itu sekitar 15.000 jemaah,” sebut Gus Is.
Sementara untuk Zona 8A dan 8B untuk daerah Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar dan Kediri, lokasi dropzone di Jalan KH. Hasyim Ashari dan Jalan Kauman. Sementara untuk Zona 9 untuk daerah Bondowoso, Lumajang, Jember dan Banyuwangi lokasi drop zone di Jalan Kertanegara Selatan dan Jalan Tugu.
Gus Is menegaskan, fase kedatangan juga telah diatur per jam tiap daerah agar arus jemaah bisa lancar. Begitu pula untuk jam kepulangan juga telah diatur jam nya tiap daerah.
“Intinya ya karena kami enggak memungkinkan masuk dalam waktu yang bersamaan, akhirnya kami tata supaya bisa tertib dan tidak ada masalah di kemudian hari,” pungkas Gus Is.
Seluruh persiapan untuk Mujahadah Kubro peringatan Harlah Satu Abad NU terus dimatangkan. Semua hal teknis terus berprogres dengan positif. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bahkan turun langsung ke Stadion Gajayana Malang, Rabu (4/2) kemarin, mengecek seluruh persiapan. Ia juga memantau pendirian panggung dan perlengkapan lainnya. Setelah memantau persiapan, Khofifah melakukan rapat internal tertutup dengan seluruh panitia. Sayangnya, setelah rapat, Khofifah enggan memberi penjelasan terkait hasil peninjauannya.
Ketua Panitia Harlah Satu Abad NU, Prof. Maskuri Bakrie menjelaskan, seluruh persiapan dan koordinasi telah dilakukan. Tidak hanya dengan panitia lokal tapi juga dengan lintas daerah di Malang Raya.
“Persiapan sudah 95 persen, karena beberapa belum datang. Seperti tenda-tenda belum datang, tapi insya Allah mulai besok ini (hari ini, red) sudah siap,” ungkap Prof. Maskuri.
Menurut dia, Gubernur Jawa Timur hanya melengkapi saran dan masukan supaya acara acara yang ada dalam Mujahadah Kubro supaya bisa lebih terasa gebyarnya. Ia menilai masukan itu sangat positif dan bisa diwujudkan.
Yang pasti, dengan seluruh persiapan yang telah dilakukan serta banyaknya respon positif dari masyarakat, ia merasa sangat bersyukur. Ia berharap pelaksanaan Mujahadah Kubro bisa berjalan lancar walaupun saat ini di tengah cuaca yang serba tidak menentu.
Sebagai upaya memastikan kelancaran dan keamanan kegiatan, Polresta Malang Kota akan mendirikan delapan pos gabungan yang terdiri dari tujuh pos pengamanan dan satu pos pelayanan. Seluruh pos ditempatkan di titik-titik strategis yang menjadi jalur utama kedatangan dan pergerakan jemaah.
Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polresta Malang Kota Kompol Wiwin Rusli menjelaskan, bahwa pos pengamanan (pospam) akan didirikan di tujuh titik dan ada satu pos pelayanan (posyan). Pospam akan didirikan di Simpang Tiga Es Talun (pertigaan Jalan Kawi–Jalan Arif Rahman Hakim), depan Gedung DPRD Kota Malang, pertigaan Jalan Bromo–Jalan Semeru, Bundaran Jalan Simpang Balapan, pertigaan Jalan Besar Ijen–Jalan Semeru tepat di depan Perpustakaan Daerah Kota Malang, Simpang Malang Creative Center (MCC), serta di Pintu Timur Stadion Gajayana.
“Sedangkan posyan akan kami tempatkan di sisi Barat Stadion Gajayana. Pos ini menjadi pusat pelayanan sekaligus pos informasi bagi jemaah,” jelas Kompol Wiwin Rusli, Rabu (4/2). (ian/rex/aim)