Malangtrend.com – Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang kembali membuktikan diri bukan sekadar menara gading teknologi. Dengan berdirinya Kapel Santo Thomas Aquinas yang diresmikan pada, Minggu (1/2) lalu, kampus ini mempertegas posisinya sebagai benteng toleransi di Kota Malang.
Peresmian ini dihadiri langsung oleh Uskup Keuskupan Malang Mgr. Prof. Hendricus Pidyarto Gunawan, O.Carm., dan Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM. Kehadiran dua tokoh besar ini menjadi sinyal kuat dukungan terhadap ekosistem multikultural di dunia pendidikan.
Rektor ITN Malang Awan Uji Krismanto, Ph.D., menegaskan bahwa ITN tidak ingin hanya mencetak teknokrat yang pintar secara kognitif, tetapi tumpul secara karakter. Di kampus ini, masjid, pura, dan kini kapel, berdiri berdampingan tanpa sekat.
”Nasionalisme sejati tumbuh dari nilai spiritual. ITN bukan hanya soal angka dan teknologi, tapi pembentukan karakter kebangsaan yang inklusif. Inilah ‘The Miniature of Indonesia’ yang sesungguhnya,” ujar Awan dengan tegas.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memberikan apresiasi yang tidak main-main. Ia menyoroti keberanian ITN dalam memfasilitasi tiga rumah ibadah sekaligus dalam satu area yang berdekatan. ”ITN menjadi satu-satunya kampus di Kota Malang yang memiliki tiga tempat ibadah berdekatan. Ini bukan hal sepele; ini bukti nyata bahwa multikulturalisme dihargai di sini,” puji Wahyu Hidayat.
Di balik kemegahan arsitekturnya, Kapel Santo Thomas Aquinas adalah buah dari perjuangan panjang. Ketua P2PUTN Malang Ir. Kartiko Ardi Widodo, MT., menyebutkan bahwa kapel ini merupakan hasil gotong royong lintas generasi—dari pendiri, alumni, hingga donatur. “Ini adalah ikhtiar untuk menghadirkan lingkungan kampus yang manusiawi dan beradab,” tegas Kartiko.
Uskup Pidyarto pun berpesan agar kapel ini tidak menjadi bangunan mati. Sesuai dengan MoU yang disepakati dengan Paroki Santo Albertus De Trapani, tempat ini akan menjadi pusat pastoral bagi mahasiswa. “Harapannya, mahasiswa tidak hanya cerdas intelektual, tetapi punya iman yang kokoh untuk berkontribusi bagi bangsa,” pungkas Uskup. (imm/lim/mtc)