Malangtrend.com – Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus memprediksi terjadinya peningkatan konsumsi LPG di wilayah Malang Raya pekan depan. Peningkatannya diperkirakan bisa mencapai 8 persen, tepatnya ketika momen bulan Ramadan hingga Idul Fitri pekan depan nanti.
Area Manager Communication, Relation dan CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Rahedi menyebut, peningkatan itu diyakini bakal terjadi khususnya saat awal pekan Ramadan, dan sepekan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Hal ini berkaca dari tren dua hingga tiga tahun terakhir.
“Tren tingkat konsumsi LPG, meningkatnya bisa 6 persen sampai 8 persen. Kalau dari grafiknya pada awal minggu pertama puasa, minggu kedua dan ketiga turun, tapi minggu terakhir saat akan Lebaran kembali naik,” ungkap Ahad, Selasa (10/2).
Berdasarkan data dari Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus konsumsi harian LPG di Malang Raya per Februari 2026, yakni di Kota Malang sebesar 42.245 tabung atau 127 metrik ton, lalu Kabupaten Malang sebesar 129.614 tabung atau 389 metrik ton, dan Kota Batu sebanyak 15.974 tabung atau 48 metrik ton.
Peningkatan tren konsumsi LPG ini seiring dengan meningkatnya aktivitas di sektor rumah tangga. Disamping juga meningkatnya sektor kuliner yang menjadi primadona masyarakat ketika berbuka.
“Konsumsi LPG juga meningkat saat akan Lebaran, biasanya dipengaruhi arus mudik. Jadi mobilitas masyarakat turut naik dan dibarengi lonjakan aktivitas wisata di Malang Raya. Pertumbuhan konsumsi juga berdasarkan kunjungan wisata yang bertambah selain arus mudik,” tambah dia.
Terkait ketersediaan LPG, Ahad memastikan stok di Malang Raya ini masih tergolong aman. Untuk saat ini saja, ketersediaan LPG masih mencukupi untuk 10 hari kedepan dan akan dipasok kembali.
“Sifatnya dinamis untuk ketersediaan. Karena setiap hari ada pengiriman dari kapal tanker dan terminal kami ke agen serta lembaga penyalur lainnya. Malang Raya ini menerima LPG dari Tanjung Perak di Surabaya, terus dari Gresik dan Banyuwangi,” pungkasnya. (ian/aim/mtc)