Malangtrend.com – Kondisi perekonomian Indonesia dan global yang tidak menentu berdampak pada semua sektor. Termasuk kunjungan wisatawan di Kota Batu.
Disparta Kota Batu mencatat selama tahun 2025 kunjungan wisatawan mencapai 10.752.992 wisatawan. Jumlah kunjungan tersebut mengalami penurunan dari tahun 2024 yang mencapai 10.852.787 wisatawan. Penurunan tersebut menjadi sinyal bagi Kota Wisata Batu untuk terus berinovasi dan berupaya agar kunjungan wisatawan tahun 2026 lebih tinggi dari tahun 2025. Hal itu disampaikan oleh Kepala Disparta Kota Batu, Onny Ardianto.
“Tahun lalu kunjungan wisatawan mencapai 10,7 juta. Tutun sedikit dari tahun 2024 yang mencapai 10,8 juta wisatawan. Dari data tersebut kami telah menyusun beberapa program agar target kunjungan wisatawan bisa lebih tinggi untuk tahun ini,” ujar Onny kepada Malang Posco Media, Selasa (10/2) kemarin.
Ia menjelaskan tahun ini Disparta Kota Batu akan fokus pada penyelenggaran event wisata yang berdampak tinggi. Meski dengan adanya pemangkasan Calender Event Kota Batu yang awalnya hampir 60 event di 2025, dipangkas dari puluhan sekitar 30 event di tahun 2026.
“Pemangkasan dipilih berdasarkan potensi mendatangkan wisatawan dan memberikan dampak ekonomi nyata. Event-event yang dipertahankan merupakan event prioritas yang berupaya memperkenalkan wisata minat khusus dan keindahan Kota Batu,” benernya.
Diantaranya adalah event sport tourism: Batu International Sport Tourism Festival 2026: Paragliding Accuracy League yang telah dilaksanakan untuk keempat kalinya dan akan menghadirkan atlet-atlet paralayang internasional.
Selain itu, event yang mengkolaborasikan antara pariwisata, seni budaya dan UMKM/ekonomi kreatif/desa wisata dan sektor lainnya juga akan dilaksanakan. Ini karena sektor pariwisata tidak hanya dilihat sebagai tempat kunjungan saja, tetapi juga sebagai ekosistem seni budaya dan ekonomi kreatif, termasuk pengembangan UMKM lokal yang memberikan nilai tambah pada pengalaman wisatawan.
“Selain itu kami akan gencarkan promosi terintegrasi dan kolaborasi publik dengan swasta. Dengan tantangan berkurangnya anggaran transfer Pusat ke Daerah, promosi wisata Kota Batu akan semakin mengedepankan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan sektor swasta agar bisa menciptakan event yang efektif yang berdampak pada kunjungan wisatawan,” paparnya.
Serta Disparta akan kolaborasi promosi luar daerah dan luar negeri juga akan dikolaborasikan dengan pelaku usaha/asosiasi kepariwisataan di Kota Batu, utamanya pada area dengan potensi kunjungan wisatawan terbesar. Juga mendorong pengembangan wisata alam dan desa wisata.
“Dari beberapa fokus program tersebut kami harap kunjungan wisatawan bisa meningkat tahun ini. Disparta sendiri menargetkan 11 juta kunjungan wisatawan ke Kota Batu tahun ini dengan melihat kondisi perekonomian indonesia dan global yang belum menentu,” pungkasnya. (eri/aim/mtc)