Malangtrend.com – Arema FC bersiap menjamu Semen Padang pada pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026, Minggu (15/2/26) lusa. Jelang laga kandang tersebut, kondisi dua bek tengah, Hansamu Yama Pranata dan Walisson Maia, menjadi perhatian setelah keduanya ditarik lebih awal saat menghadapi Persija Jakarta. Namun keduanya dipastikan tak dalam kondisi cedera serius sehingga bisa menjadi benteng kokoh menghadang Kabau Sirah di Stadion Kanjuruhan Kepanjen.
Pelatih Arema FC Marcos Santos memastikan kondisi Hansamu Yama tidak dalam situasi cedera serius. Bek dengan caps Timnas Indonesia itu hanya mengalami benturan dan luka gores yang memang terhitung dalam di sekitar lutut akibat pull sepatu pemain lawan.
“Kondisi pemain kami seperti Yama kena benturan jadi agak sakit juga. Itu yang membuatnya kami tarik lawan Persija,” ujar Marcos.
Meski sempat merasakan nyeri, kondisi Yama disebut terus membaik dan tidak mengkhawatirkan. Ia diharapkan tetap bisa menjadi bagian penting di lini belakang saat Singo Edan menghadapi Kabau Sirah.
Sementara itu, kondisi Walisson Maia juga menunjukkan perkembangan positif. Bek asal Brasil tersebut sebelumnya belum bisa tampil penuh kontra Persija karena faktor kebugaran. Ia baru tiba di Indonesia setelah menempuh perjalanan hampir tiga hari dari Brasil, ditambah lagi terakhir kali bermain pada November lalu.
“Lalu untuk Maia tiga hari perjalanan ke Indo, kondisi belum siap tampil penuh lawan Persija. Tapi sekarang sudah gabung lebih lama sehingga kami siapkan lawan Padang,” tambah Marcos.
Dengan waktu adaptasi dan persiapan yang lebih panjang, Maia kini diproyeksikan tampil lebih siap, terutama secara fisik. Kehadirannya bersama Yama menjadi modal penting bagi Arema FC untuk menjaga soliditas lini pertahanan.
Kekuatan di sektor belakang memang diharapkan menjadi bekal utama menghadapi Semen Padang yang dikenal memiliki permainan kolektif cukup baik. Terlebih, tim tamu datang dengan motivasi tinggi untuk menjauh dari papan bawah klasemen.
Marcos mengingatkan anak asuhnya agar tidak lengah. Menurutnya, organisasi permainan dan konsentrasi harus terjaga sepanjang laga.
“Motivasi lawan yang ingin tinggalkan papan bawah jadi catatan. Jadi pemain harus kerja keras, organisasi permainan harus bagus, konsentrasi bagus. Kalau bisa kami lebih kuat dan siap dan kami mau mendapatkan hasil baik di kandang,” tegasnya.
Arema FC sendiri berambisi menjaga tren positif di kandang. Dengan kondisi lini belakang yang kian solid dan persiapan yang lebih matang, Singo Edan berharap bisa mengamankan poin penuh sekaligus memperbaiki posisi di klasemen yang saat ini berada di peringkat 9 dengan 27 poin. (ley/jon/mtc)