Malangtrend.com – Kabar gembira bagi warga Kabupaten Malang yang ingin pulang kampung saat Lebaran 2026. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang kembali menggelar program mudik gratis dengan menyediakan tujuh armada bus untuk lima rute tujuan.
Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang, Tri Hermantoro, mengatakan tahun ini tersedia lima rute mudik, yakni Malang–Sumenep, Malang–Ngawi, Malang–Banyuwangi, Malang–Bondowoso, dan Malang–Pacitan.
“Total ada tujuh bus yang kami sediakan untuk lima rute tersebut. Ada rute yang kami sediakan dua bus sekaligus,” ujar Tri.
Dua bus dialokasikan untuk rute Malang–Sumenep dan Malang–Ngawi karena tingginya peminat. Sedangkan tiga rute lainnya masing-masing dilayani satu bus. Seluruh armada merupakan bus pariwisata berkapasitas 50 penumpang. Dengan demikian, program ini mampu mengakomodasi hingga 350 pemudik.
Adapun rincian jalur yang dilalui yakni Malang–Sumenep: Malang–Bangkalan–Sampang–Pamekasan–Sumenep. Malang–Ngawi: Malang–Nganjuk–Madiun–Ngawi. Malang–Banyuwangi: Malang–Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi. Malang–Pacitan: Malang–Trenggalek–Ponorogo–Pacitan. Malang–Bondowoso: Malang–Probolinggo–Jember–Bondowoso
Rencananya, keberangkatan mudik gratis akan dilepas langsung oleh Bupati Malang HM Sanusi dari halaman Pendopo Agung Kabupaten Malang pada Selasa, 17 Maret 2026.
Pendaftaran dibuka mulai Senin, 23 Februari 2026, bertempat di Kantor Dishub Kabupaten Malang. Syaratnya cukup mudah, yakni membawa fotokopi KTP dan KK serta mengisi formulir pendaftaran, termasuk melalui Google Form yang akan diumumkan kemudian.
Tri menegaskan, program ini merupakan bentuk pelayanan Pemkab Malang kepada masyarakat sekaligus upaya menekan angka kemacetan dan kecelakaan lalu lintas saat arus mudik.
“Jika menggunakan kendaraan sendiri, risiko kecelakaan dan kemacetan cukup tinggi. Karena itu, kami memfasilitasi masyarakat dengan program mudik gratis ini,” jelasnya.
Saat ini, Dishub masih mematangkan persiapan sarana dan prasarana. Sosialisasi resmi akan dilakukan pada awal Ramadan.
Antusiasme masyarakat terhadap program ini pun selalu tinggi. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, kuota kursi kerap habis hanya dalam waktu dua pekan sejak pendaftaran dibuka.
“Semoga tahun ini juga demikian. Yang pasti kami ingin memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkas Tri. (ira/aim)