Malangtrend.com – Respons cepat para pemain Arema FC dalam mengubah sikap dan menjalankan instruksi di lapangan mendapat apresiasi dari pelatih Marcos Santos. Hal itu terlihat terutama pada babak kedua saat menghadapi Madura United dalam laga pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026, Sabtu (21/2/26) pekan lalu. Alhasil satu poin didapatkan Tim Singo Edan, meskipun disikapi dengan ‘nano-nano’ oleh sang pelatih.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Madura tersebut, Arema FC memang sempat mengalami kesulitan pada babak pertama. Marcos Santos menilai timnya belum menunjukkan intensitas permainan seperti yang diharapkan. Namun setelah jeda, para pemain mampu bangkit dan tampil lebih agresif.
“Pertandingan yang sulit di Madura. Kita tahu Madura United terus berkembang di setiap pertandingan dan dalam laga itu terbukti menjadi laga yang sukar. Tim kami di babak pertama tampil kurang maksimal, tidak ada intensitas seperti yang kami inginkan. Namun di babak kedua, pemain memberikan segalanya,” ujar pelatih asal Brasil tersebut.
Perubahan sikap pemain itu juga terlihat dari dua gol cepat yang berhasil dicetak Arema FC pada awal babak kedua. Marcos Santos menilai hal tersebut menjadi bukti bahwa para pemain mampu menjalankan instruksi yang diberikan selama persiapan pertandingan.
“Itu adalah kredit bagi para pemain yang mengubah sikap mereka. Mereka kembali lebih fokus, lebih siap, dan melakukan apa yang sudah kami latih selama seminggu ini,” lanjutnya.
Meski demikian, dia mengakui hasil akhir pertandingan masih belum sesuai harapan. Terlebih Arema FC harus kebobolan pada menit-menit akhir yang membuat kemenangan yang sudah di depan mata sirna. Karena itu, evaluasi tetap akan dilakukan agar tim bisa tampil lebih konsisten pada pertandingan berikutnya.
Marcos Santos juga menjelaskan bahwa menurunnya tensi serangan Arema FC setelah sempat unggul bukan sepenuhnya strategi tim. Menurutnya, hal tersebut lebih disebabkan tekanan dari Madura United yang mulai meningkatkan intensitas permainan dan menempatkan banyak pemain di lini tengah.
“Mereka berhasil keluar dari tekanan kami dan mencetak gol penyeimbang lewat situasi bola mati. Jadi, itu lebih karena usaha Madura yang membuat kami kesulitan bertahan,” tandasnya. (ley/jon/mtc)