Malangtrend.com – Antusiasme masyarakat Malang Raya untuk memanfaatkan transportasi baru Trans Jatim cukup tinggi. Terlebih di akhir pekan, terpantau bus-bus Trans Jatim dalam kondisi ramai penumpang.
Tidak hanya di terminal, sejumlah titik rambu dan shelter pemberhentian bus juga terpantau ramai calon penumpang. Berdasarkan pantauan, sejumlah titik pemberhentian seperti di Terminal Madyopuro, Sawojajar, Stasiun Malang Kota Baru serta Kayutangan, terlihat banyak calon penumpang yang mengantre.
“Mumpung libur, saya mau ke Jatim Park 2 sama kulineran disana. Sengaja ingin naik Trans Jatim karena dari kemarin viral. Sudah tahu sih bakal ramai, tapi tidak apa apa memang ingin coba bus baru saja,” ujar Febrina, salah satu calon penumpang dari Kiduldalem, yang tengah menunggu di Shelter Kayutangan, Sabtu (22/11).
Selama satu pekan hingga 26 November nanti, layanan Trans Jatim Gajayana ini sepenuhnya bebas tarif atau gratis. Sehingga tidak heran masyarakat cukup banyak yang antusias menjajal layanan transportasi dari Pemprov Jatim tersebut.
Berdasarkan pantauan Malang Posco Media, beberapa bus yang lewat, terlihat dalam kondisi penuh. Bahkan untuk penumpang berdiri juga sudah penuh. Alhasil para calon penumpang yang menunggu di shelter perlu menunggu lebih lama untuk kedatangan bus selanjutnya.
“Ini sudah empat kali bus lewat cuma bisa naik tiga-empat orang saja. Jadi ya harus menunggu lagi. Saya sudah hampir satu jam menunggunya,” tambah Febrina.
Sementara itu, calon penumpang lain Dwi Ayu warga Kota Batu yang juga tengah menunggu bus Trans Jatim di Shelter Kayutangan, mengeluhkan kondisi bus yang penuh ini. Ia yang sebelumnya datang ke Malang menggunakan ojek online ini tidak mengira layanan transportasi baru itu akan seramai ini. Ia harus menunggu sampai satu jam lebih.
“Yang saya sayangkan ternyata di shelter tidak ada nomor antrean. Jadinya harus ‘cepet-cepetan’. Padahal saya sudah datang lebih dulu, tapi tadi ada ’emak-emak’ heboh ingin naik bergerombol, jadinya kita ya kalah. Semoga kalau sudah tidak gratis tidak seramai ini,” kata Dwi yang tengah menunggu bersama kawannya. (ian/nug/mtc)