Skip to main content

Malang Trend

Akhirnya Nggak Putus Lagi! Jembatan Kampung Legok Malang Dibangun Lebih Kokoh

Akhirnya Nggak Putus Lagi! Jembatan Kampung Legok Malang Dibangun Lebih Kokoh
BANGUN: Pekerja saat proses pembangunan Jembatan Kampung Legok, Desa Wadung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Kamis (3/9).

MALANGTREND.ID – Kabar yang ditunggu warga Kampung Legok, Desa Wadung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang akhirnya datang juga. Jembatan yang sempat roboh dan memutus akses menuju Desa Genengan kini sedang dibangun kembali dengan konstruksi yang jauh lebih kuat.

Nantinya, jembatan baru ini bukan cuma lebih kokoh, tapi juga lebih lebar sehingga aktivitas warga bisa kembali normal.

Progres Sudah 27 Persen

Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang mulai mengerjakan proyek ini sejak akhir Juni 2026. Pembangunan ditargetkan selesai dalam waktu 180 hari kalender atau sekitar akhir Desember 2026.

Kepala Bidang Pembangunan dan Peningkatan Jalan DPUBM Kabupaten Malang Anita Aulia Sari mengatakan progres pembangunan saat ini berjalan sesuai rencana.

“Hingga saat ini realisasi progres pekerjaan 27 persen,” kata Anita.

Pantauan di lokasi menunjukkan para pekerja masih terus menyelesaikan berbagai tahapan konstruksi. Sementara itu, warga sekitar tampak antusias menyaksikan proses pembangunan sambil berharap jembatan bisa segera difungsikan kembali.

Roboh Setelah Dilintasi Truk Pasir

Jembatan lama sebenarnya dibangun secara swadaya oleh masyarakat bersama PG Kebonagung pada tahun 1992. Saat itu, konstruksinya memang hanya dirancang untuk kendaraan dengan beban ringan.

Seiring waktu, kondisi jembatan semakin menurun hingga akhirnya roboh pada akhir 2025 setelah dilintasi truk bermuatan pasir.

Akibatnya, akses penting yang biasa digunakan warga menuju sekolah, fasilitas kesehatan, hingga mengangkut hasil pertanian langsung terputus.

“Karena menjadi jalur penting bagi aktivitas warga menuju sekolah, layanan kesehatan, serta distribusi hasil pertanian, pembangunan kembali jembatan ini menjadi salah satu prioritas untuk memulihkan konektivitas masyarakat,” lanjut Anita.

Lebih Lebar dan Lebih Aman

Berbeda dari sebelumnya, jembatan baru dibangun menggunakan konstruksi baja komposit dengan bangunan bawah dari beton bertulang.

Jembatan ini memiliki bentang 18 meter, lebar 5 meter, dan tinggi konstruksi 5,5 meter. Ukurannya hampir dua kali lebih lebar dibanding jembatan lama yang hanya sekitar 2,5 meter.

“Dibandingkan jembatan sebelumnya yang lebarnya sekitar 2,5 meter, jembatan baru memiliki kapasitas dan tingkat keamanan yang lebih baik,” ujarnya.

DPUBM bersama konsultan supervisi juga terus melakukan pengawasan agar kualitas pembangunan tetap sesuai spesifikasi dan target penyelesaian pada Desember 2026 bisa tercapai.

“Kami bersama konsultan supervisi terus melakukan pemantauan secara berkala agar kualitas pekerjaan tetap memenuhi spesifikasi teknis, pekerjaan berjalan aman, dan target penyelesaian pada Desember 2026 dapat tercapai,” tandas Anita.(den/bua)