BPBD Kota Batu bersama lintas instansi lakukan mitigasi bencana dengan susur sungai dan memotong batang kayu yang menghambat aliran sungai untuk mencegah banjir bandang.
MALANGTREND.ID – Kota Batu lagi menghadapi tantangan besar dari sisi kebencanaan. Sepanjang 1 Januari hingga 1 September 2026, BPBD Kota Batu mencatat sudah ada 115 kejadian bencana yang terjadi di berbagai wilayah.
Mayoritas merupakan bencana alam, mulai dari tanah longsor, cuaca ekstrem, hingga banjir. Sementara sisanya merupakan kebakaran gedung dan permukiman.
Longsor Jadi Bencana Paling Sering Terjadi
Berdasarkan data Pusdalops PB BPBD Kota Batu, total terdapat 109 bencana alam dan 6 bencana non-alam.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu Suwoko menjelaskan tingginya angka bencana dipengaruhi kondisi cuaca yang tidak menentu ditambah karakter wilayah Kota Batu yang didominasi perbukitan.
“Berdasarkan data, Tanah Longsor menempati urutan pertama jenis bencana terbanyak dengan 49 kejadian, disusul oleh Cuaca Ekstrem sebanyak 41 kejadian, Banjir 16 kejadian, serta Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sebanyak 3 kejadian,” ujar Suwoko.
Bumiaji Jadi Wilayah Paling Rawan
Dari tiga kecamatan di Kota Batu, Kecamatan Bumiaji menjadi wilayah dengan jumlah kejadian bencana paling tinggi.
Rinciannya:
- Bumiaji: 57 kejadian
- Kecamatan Batu: 47 kejadian
- Junrejo: 11 kejadian
Menurut Suwoko, kondisi geografis Bumiaji yang berada di lereng pegunungan membuat kawasan tersebut lebih rentan mengalami longsor maupun cuaca ekstrem.
“Tingginya angka kejadian di Kecamatan Bumiaji tidak lepas dari topografi wilayahnya yang berupa lereng pegunungan curam serta kawasan hulu sungai yang sangat rentan terhadap erosi, pergerakan tanah, dan terjangan angin kencang atau cuaca ekstrem,” ungkapnya.
Tak Ada Korban Jiwa, Tapi Kerugian Tetap Besar
Kabar baiknya, hingga awal September tidak ada korban meninggal maupun hilang akibat bencana di Kota Batu.
Meski begitu, dampaknya tetap terasa. Sebanyak 100 warga terdampak, dengan 27 orang sempat mengungsi demi keselamatan.
Selain itu, tercatat:
- 43 rumah rusak (16 rusak ringan, 17 rusak sedang, 10 rusak berat)
- 8 rumah sempat terendam banjir
- 3 fasilitas publik terdampak
- 1 fasilitas pendidikan mengalami kerusakan
- 31 titik jaringan listrik terganggu
- 43 titik jaringan telekomunikasi terdampak
- 0,3 kilometer ruas jalan rusak
- 1 jembatan terdampak
Di sektor ekonomi, bencana juga merusak 0,51 hektare lahan pertanian, 0,3 hektare kawasan hutan, 4 kios, serta 1 pabrik.
BPBD Minta Warga Tetap Siaga
BPBD Kota Batu mengingatkan masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan rawan longsor seperti Bumiaji dan Kecamatan Batu, agar meningkatkan kewaspadaan karena potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi.
“Kami terus mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di zona merah rawan longsor dan perbukitan seperti Bumiaji dan Batu, untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra. Kolaborasi antara pemerintah dan kesiapsiagaan warga adalah kunci utama dalam meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa,” tegas Suwoko.
Saat ini BPBD juga terus memperkuat kesiapsiagaan personel dan mengoptimalkan posko darurat. Warga diminta segera melapor jika menemukan potensi bencana agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.(eri/bua)





