Malangtrend.com – Tahun 2026 ini menjadi tahun yang berat bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) utamanya dalam melakukan pemeliharaan taman-taman atau ruang terbuka hijau (RTH) yang ada di Kota Malang. Sebab, alokasi anggaran tahun ini merosot cukup banyak akibat efisiensi anggaran.
Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang menyampaikan, dari tahun 2025 sebelumnya yang kurang lebih alokasinya sebesar Rp 7 miliar, tahun 2026 ini hanya dialokasikan sebesar Rp 390 juta saja. Sementara taman dan RTH yang dikelola oleh DLH mencapai 96 lokasi. Sehingga pihaknya nanti juga akan mencari dan melibatkan CSR untuk memelihara taman taman tersebut.
“Apakah itu CSR atau branding dari perusahaan-perusahaan swasta, supaya mereka juga mau mempercantik atau memperindah taman tersebut. Minimal dalam rangka pemeliharaan,” ujar Raymond, Selasa (6/1).
Raymond memastikan, untuk kegiatan yang bersifat rutin, masih bisa terus dijalankan. Misalnya perawatan kebersihan, perawatan tanaman di taman serta perempesan pohon yang berpotensi membahayakan masyarakat.
Sehingga untuk keterlibatan CSR nantinya akan lebih diarahkan untuk kegiaran seperti pengecatan ulang, perbaikan fasilitas yang rusak atau perbaikan fasilitas yang sudah berkarat
“Jadi kurang lebih Rp 390 juta itu hanya untuk pembelian alat-alat rutin saja. Apakah itu potong rumput, sapu, cikrak, alat-alat yang tentunya itu kan tiap tahun perlu perbaikan,” sebut dia.
Selain itu, alokasi anggaran Rp 390 juta itu juga termasuk untuk anggaran alat-alat yang digunakan untuk perempesan pohon. Salah satunya untuk mendukung operasional truk skylift yang sangat diperlukan. Tidak hanya ketika musim hujan tapi juga ketika musim kemarau. “Jadi truk skylift ini juga perlu perawatan. Maka alokasi itu lebih banyak kami fokuskan di sana supaya kegiatan rutin itu tidak terhalang,” pungkas Raymond. (ian/aim/mtc)