MALANGTREND.ID – Perjalanan Arema FC di Piala Presiden 2026 resmi berakhir. Singo Edan harus puas finis di peringkat keempat setelah kalah 1-3 dari Persija Jakarta pada laga perebutan tempat ketiga yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8) sore.
Arema sebenarnya sempat memberikan perlawanan sengit sepanjang pertandingan. Namun, Persija tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Tiga gol Macan Kemayoran dicetak Witan Sulaeman pada menit ke-7, Arlyansyah Abdulmanan menit ke-73, dan Victor Dethan menit ke-86. Sementara satu-satunya gol balasan Arema lahir lewat Salim Tuharea pada menit ke-28.
Meski gagal naik podium, Arema FC tetap membawa pulang hadiah uang pembinaan sebesar Rp1,5 miliar sebagai tim peringkat keempat. Nilai tersebut lebih besar dibanding edisi sebelumnya yang hanya mencapai Rp1 miliar.
Panitia Piala Presiden 2026 juga menaikkan total hadiah untuk seluruh peserta yang finis di empat besar. Juara turnamen berhak membawa pulang Rp8 miliar, meningkat dari Rp6 miliar pada edisi sebelumnya. Sementara runner-up memperoleh Rp3,5 miliar, sedangkan tim peringkat ketiga mendapatkan Rp2,5 miliar.
Hasil di turnamen pramusim ini menjadi bahan evaluasi bagi Arema FC sebelum menghadapi kompetisi Liga 1 musim 2026/2027. Meski belum berhasil memenuhi target finis di podium, performa tim besutan Marcos Santos dinilai menunjukkan perkembangan selama mengikuti Piala Presiden.
Marcos menilai anak asuhnya tampil cukup baik, terutama pada babak pertama. Bahkan, menurutnya Arema seharusnya bisa menutup paruh pertama pertandingan dalam kondisi unggul.
“Kami memulai pertandingan dengan sangat baik. Pada babak pertama kami mengontrol permainan dan seharusnya bisa mengakhiri babak pertama dalam posisi unggul,” ujar Marcos usai pertandingan.
Namun memasuki babak kedua, intensitas permainan Arema mulai menurun karena kondisi fisik para pemain yang terkuras. Marcos mengakui opsi pergantian pemain belum mampu memberikan dampak maksimal lantaran sebagian besar pemain pelapis juga mengalami kelelahan setelah menjalani jadwal padat selama turnamen.
“Para pemain yang masuk juga sudah berada di batas kemampuan fisiknya. Kami juga harus memikirkan risiko cedera. Namun, kami seharusnya tidak kebobolan dua gol seperti itu,” katanya.
Meski menutup Piala Presiden 2026 tanpa trofi, Arema FC kini mengalihkan fokus untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi Liga 1. Evaluasi dari turnamen pramusim diharapkan menjadi modal penting agar Singo Edan tampil lebih kompetitif saat musim resmi bergulir.





