Skip to main content

Malang Trend

Matheus Blade Tetap Optimistis, Sebut Performa Arema Terus Berkembang Jelang Liga 2026/2027

Matheus Blade Tetap Optimistis, Sebut Performa Arema Terus Berkembang Jelang Liga 2026/2027

MALANGTREND.ID – Kekalahan dari Persebaya di semifinal Piala Presiden 2026 tak membuat mental pemain Arema turun. Gelandang bertahan Singo Edan, Matheus da Conceição Nascimento atau Matheus Blade, justru menilai timnya tampil lebih baik dalam laga yang digelar Selasa (4/8) lalu.

Menurut pemain asal Brasil tersebut, Arema mampu mengontrol jalannya pertandingan dan lebih dominan dalam permainan. Namun, efektivitas Persebaya dalam memanfaatkan peluang menjadi faktor pembeda hingga Arema harus mengakui keunggulan rivalnya itu.

“Saya rasa semua melihat pertandingan itu. Menurut saya mereka memang menang, tetapi mereka tidak lebih baik dari kami. Saya yakin justru kami yang tampil lebih superior dalam pertandingan tersebut,” ujar Matheus.

Matheus mengatakan, sepak bola pada akhirnya ditentukan oleh gol. Meski Arema tampil dominan, satu peluang yang berhasil dimaksimalkan Persebaya menjadi penentu hasil akhir pertandingan.

“Sayangnya mereka mendapatkan satu peluang dan berhasil mencetak gol. Dalam sepak bola, tim yang mencetak gol itulah yang memenangkan pertandingan. Kami kebobolan satu gol dan akhirnya kalah,” katanya.

Meski gagal melangkah ke final, Matheus tetap optimistis dengan perkembangan performa Arema FC. Ia menilai permainan tim terus menunjukkan progres positif dan hal itu bisa menjadi modal penting untuk menghadapi kompetisi resmi musim 2026/2027.

Bagi Matheus, hasil di Piala Presiden bukan akhir segalanya. Justru turnamen pramusim menjadi momen untuk memperbaiki kekurangan sekaligus mematangkan chemistry tim sebelum musim baru dimulai.

Selain itu, pemain berusia 27 tahun tersebut juga mengakui masih ada hal yang perlu dievaluasi dari dirinya sendiri, termasuk dalam mengambil keputusan saat berada di lapangan agar tidak merugikan tim.

“Saya juga harus berhati-hati, dan lebih memahami situasi saat di lapangan. Hal ini agar tidak sampai terjadi keputusan yang merugikan tim (kartu merah, red),” pungkasnya.

(rex/bua)