Farizi dkk kembali gagal mengamankan kemenangan di kandang usai ditahan imbang 2-2 oleh Bhayangkara Presisi Lampung FC.
MALANGTREND.ID – Arema FC kembali gagal mengamankan kemenangan di kandang usai ditahan imbang 2-2 oleh Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan ke-4 BRI Super League 2026/2027. Hasil ini memang menjaga rekor tak terkalahkan Singo Edan, tetapi juga menjadi alarm untuk segera berbenah.
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, mengakui laga berjalan sesuai prediksi. Menurutnya, Bhayangkara FC merupakan lawan yang kuat dengan kualitas pemain yang seimbang, sehingga pertandingan berlangsung sangat menantang sejak menit pertama.
“Pertandingan ini sulit, kami sudah tahu sejak awal bahwa ini akan menjadi laga yang berat. Di 10 menit pertama kami sebenarnya bermain baik, lalu tim mulai kehilangan energi. Tanggung jawab atas performa di babak pertama sepenuhnya ada pada saya karena kami sempat tertinggal lebih dulu,” ujar Marcos Santos.
Tertinggal dua gol di babak pertama membuat tim pelatih langsung bergerak cepat. Saat jeda pertandingan, Marcos melakukan evaluasi total sekaligus mengubah komposisi pemain dan pendekatan permainan.
Namun, menurut pelatih asal Brasil itu, kebangkitan Arema bukan semata karena pergantian pemain. Faktor mental dan respons positif seluruh skuad menjadi pembeda di babak kedua.
“Di jeda pertandingan, kami mengubah pendekatan serta susunan strategi bersama para pemain. Namun, yang membuat perbedaan utama hingga kami bisa mengejar hasil imbang dan hampir membalikkan keadaan bukan sekadar pergantian pemain di jeda babak,” tegasnya.
Perubahan strategi tersebut langsung memberikan dampak. Singo Edan tampil jauh lebih agresif setelah turun minum dan berhasil membalas lewat gol Marcos Vinicius serta Samuel Otusanya, yang sekaligus mencetak gol debutnya bersama Arema FC.
Meski berhasil bangkit dari ketertinggalan dua gol, hasil imbang ini membuat Arema kembali kehilangan poin di Stadion Kanjuruhan. Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan sebelum menghadapi dua laga tandang berikutnya.
Di sisi lain, Marcos tetap melihat sisi positif dari perjuangan timnya. Semangat pantang menyerah yang ditunjukkan para pemain menjadi modal penting untuk menjaga tren positif sekaligus memperbaiki performa di pertandingan selanjutnya.
Dengan empat laga tanpa kekalahan di awal musim, Arema FC masih memiliki fondasi yang cukup baik. Namun, efektivitas permainan sejak menit awal dan konsistensi sepanjang pertandingan menjadi aspek yang wajib ditingkatkan jika ingin bersaing di papan atas klasemen Super League 2026/2027. (rex/bua)



