Malangtrend.com, Malang – Laga panas antara Arema FC melawan Persija Jakarta di pekan 12, 8 November lalu akhirnya berujung pada sanksi denda. Tim Singo Edan mendapatkan sanksi denda akibat kartu kuning dan merah. Selain itu, kehadiran suporter tim tamu juga berujung denda dari Komdis PSSI bagi Persija.
Denda pertama sebesar Rp 60 juta akibat kartu kuning dan merah. Lima kartu kuning diterima Lucas Frigeri, Salim Tuharea, Paulinho Moccelin, Rifad Marasabessy dan Jayus Hariono.
Lalu, satu pemain lainnya yakni Julian Guevara menerima kartu merah langsung. Ditambah Asisten Pelatih Arema, Andre Caldas Costa juga menerima kartu merah dari wasit.
Pelanggaran-pelanggaran tersebut telah disidang Komdis PSSI pada 11 November 2025 lalu. Julian sudah lebih dulu dijatuhi sanksi larangan bermain tiga pertandingan.
“Jenis pelanggaran dalam pertandingan tersebut ada 5 orang pemain dan 1 orang ofisial yang mendapatkan kartu kuning. Keputusan: denda Rp. 60.000.000,-,” tulis Komdis PSSI dalam laman resmi PSSI.
Terkait hal tersebut, Pelatih Arema FC Marcos Santos memang kerap meminta timnya untuk lebih bisa mengontrol emosi di lapangan. Kini, imbas kegagalan kontrol emosi tersebut adalah sanksi denda.
“Ini pelajaran penting, terutama terkait keharusan mengontrol emosi,” katanya.
Denda berikutnya karena kehadiran Jakmania sebagai suporter tim tamu. Komdis PSSI menjatuhkan sanksi denda kepada Persija.
Lebih dari seribu Jakmania hadir di Stadion Kanjuruhan untuk mendampingi Persija berlaga. Mereka menempati tribun ekonomi belakang gawang sebelah utara. “Jenis Pelanggaran: adanya suporter Persija Jakarta sebagai suporter klub tamu yang hadir dalam pertandingan. Keputusan: denda Rp. 25.000.000,-.” bunyi sanksi Komdis PSSI. (mpm/mtc)