Arema FC Langsung Tumbang di Awal Putaran 2
Malangtrend.com – Arema FC gagal mengawali putaran kedua BRI Super League 2025/2026 dengan kemenangan. Bermain dalam momen emosional menyusul berpulangnya asisten pelatih Kuncoro pekan lalu, tim Singo Edan harus mengakui keunggulan tuan rumah Dewa United dengan skor 0-2 pada laga yang digelar di Banten International Stadium, Senin (26/1) tadi malam.
Tekanan besar sudah dirasakan Arema FC sejak awal laga. Bahkan, pertandingan baru berjalan tiga menit ketika Singo Edan harus kebobolan lebih dulu. Pelanggaran Alfarizi di dalam kotak penalti membuat wasit menunjuk titik putih. Alex Martins yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dan membawa Dewa United unggul cepat.
Tertinggal di menit tiga, membuat Arema FC mau tidak mau harus tampil menyerang. Marcos mengandalkan dua pemain anyar, Gabriel Silva dan Gustavo Franca, untuk meningkatkan intensitas serangan. Secara permainan, Arema FC mampu memberikan perlawanan seimbang
Tim Singo Edan lebih menguasai permainan.
Statistik menunjukkan Arema FC mencatatkan 16 percobaan tembakan dengan lima di antaranya mengarah ke gawang. Jumlah tersebut lebih unggul dibandingkan Dewa United yang hanya membukukan 11 tembakan, dengan lima shot on target. Namun, masalah efektivitas membuat peluang-peluang Arema FC gagal berbuah gol.
Sayangnya, tak ada gol dilesakkan. Justru di menit 42, lagi-lagi Alex membobol gawang Lucas Frigeri yang juga jadi skor akhir laga.
Pelatih Arema FC Marcos Santos mengakui penalti dini tersebut menjadi titik balik yang meruntuhkan seluruh rencana tim. Ia menyebut Arema FC sejatinya telah mempersiapkan laga ini dengan sangat matang.
“Sulit berbicara soal pertandingan. Kami sudah 14 hari mempersiapkan taktikal dan semua dilatihkan untuk laga hari ini agar tim lebih siap. Tapi ketika baru satu menit berjalan kami kena penalti, semua rencana langsung hancur,” ujar Marcos usai laga.
Terlebih, ketika dalam laga ini juga menjadi pertandingan yang sarat emosi bagi skuad Singo Edan. Pasalnya, untuk pertama kalinya Arema FC bertanding tanpa sosok Kuncoro, asisten pelatih yang selama ini dinilai punya peran penting dan pencair suasana di tim.
“Saya minta maaf kepada Aremania, terutama mereka yang sedang bersedih karena baru saja kehilangan asisten pelatih Kuncoro. Jujur, ini situasi yang sangat sulit,” ungkapnya.
Menurut dia, timnya menciptakan banyak peluang sejak awal, tapi memang sulit untuk menjadikannya gol. Secara permainan sebenarnya cukup seimbang dengan lawan.
Meski menelan kekalahan, Marcos tetap mengapresiasi kerja keras anak asuhnya. Ia menilai sejumlah pemain menunjukkan performa positif di tengah situasi sulit.
“Terima kasih untuk kerja keras pemain seperti Rifai, Guevara, Blade, Betinho, Gustavo, Gabriel dan semuanya. Mereka sudah bermain bagus dan membawa Arema tampil lebih siap,” tambahnya.
Namun hasil ini membuat Arema FC gagal meraih poin di awal putaran kedua sekaligus harus rela disalip Dewa United di klasemen sementara. Tim tuan rumah kini naik ke peringkat 10 dengan koleksi 23 poin, unggul dua angka dari Arema FC yang mengantongi 21 poin.
Arema FC dijadwalkan kembali bermain di kandang pada pekan ke-19 dengan menjamu Persijap Jepara, Senin (2/2/2026) pekan depan. (ley/van/mtc)