Malangtrend.com – Arema FC kembali menggeber persiapan untuk menghadapi lanjutan kompetisi BRI Super League 2025/2026. Setelah meliburkan pemain selama dua hari usai kemenangan atas Semen Padang, Minggu (15/2/26) lalu, tim berjuluk Singo Edan itu kembali berlatih Rabu (18/2/26) kemarin. Latihan kini digelar sore hari untuk menyesuaikan momen Ramadan, karena sebagian besar pemain menjalani ibadah puasa.
Keputusan memberi jeda lebih panjang bukan tanpa alasan. Selain memulihkan kondisi fisik pemain pascalaga, tim pelatih juga ingin memberi ruang adaptasi menjelang Ramadan.
Asisten Pelatih Fisik Arema FC Siswantoro menjelaskan, ada dua pertimbangan utama di balik kebijakan tersebut.
“Pertama untuk recovery setelah pertandingan. Kedua untuk adaptasi sebelum masuk Ramadan, supaya pemain tidak kaget dengan perubahan jadwal latihan,” jelasnya.
Menurut dia, pergeseran jadwal latihan merupakan instruksi langsung pelatih kepala Marcos Santos setelah berdiskusi dengan tim pelatih.
“Setelah libur dua hari, pelatih menginstruksikan mulai latihan sore. Selama Ramadan kemungkinan sore atau malam,” imbuhnya.
Skema ini sebenarnya bukan hal baru bagi Arema FC. Musim lalu, latihan yang biasa digelar pagi juga digeser ke sore hari sebagai bentuk penghormatan terhadap pemain yang berpuasa. Intensitas latihan tetap dijaga, hanya waktunya yang disesuaikan.
Sementara itu, General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi memastikan, manajemen telah berkomunikasi dengan Marcos terkait penyesuaian tersebut. Pelatih asal Brasil itu memang baru pertama kali menjalani Ramadan bersama klub Indonesia.
“Ini pengalaman pertama bagi Marcos menghadapi Ramadan di Indonesia. Tapi kami yakin dia bisa menyusun program ideal. Apalagi ada Siswantoro dan Tiago Simoes yang sudah berpengalaman,” tegas Yusrinal.
Selain itu, program yang dibuat untuk para penggawa Arema FC sudah dikonsultasikan dengan beberapa elemen. Termasuk Dokter Tim Nanang Tri Wahyudi yang turut memberi masukan.
“Kami juga konsultasi dengan dokter tim. Tentunya kami harus mengubah jadwal latihan, misal mendekati waktu buka puasa. Bismillah, kita sudah siap, karena jauh-jauh hari sudah kita pikirkan,” pungkasnya.
Adaptasi jadwal latihan di bulan suci diharapkan tidak mengganggu performa, justru semakin memperkuat soliditas Singo Edan menghadapi laga berikutnya. (ley/jon/mtc)