Malangtrend.com – Hiruk pikuk di sekitar Stadion Gajayana Malang, membawa berkah bagi para pelaku UMKM. Tak hanya yang berasal dari Malang Raya saja, berkah Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang diikuti lebih dari 100 ribu orang ini, juga dirasakan pedagang dari Jakarta hingga puncak acara, Minggu (8/2) pagi.
Pedagang bernama Erizon, asal Jakarta ini mengatakan, jauh-jauh datang ke Kota Malang untuk berniaga berawal informasi di media sosial. Momen langka ini memikatnya untuk memberanikan diri berangkat ke Kota Malang, dengan adik untuk menjajakan atribut seputar NU produksinya sendiri.
“Saya sendiri sudah datang sejak Sabtu (7/2) pagi. Kemudian berkeliling untuk mencari tempat bagi UMKM bisa membuka (lapak) dagangan,” ungkapnya kepada Malang Posco Media.
Ia membawa dagangan berupa kaos, rompi, kemeja hingga jas, yang dijajakannya di tenda lapak yang berdiri samping Gereja HKPB tepatnya di kawasan Jalan Welirang Kota Malang. Semua dagangannya bernuansa NU, dengan gaya simpel namun tetap elegan. Mayoritas dagangannya bernuansa putih, hitam dan abu-abu dengan corak hijau khas NU.
“Kalau untuk harganya kami mulai dari Rp50 ribu untuk kaos, kemeja dan rompi mulai dari Rp200 ribu dan jas ini mulai harga Rp500 ribu,” jelasnya.
Dirinya mengucapkan syukur bisa ikut berpartisipasi, dalam perhelatan akbar kali ini. Dirinya menyebutkan, meskipun penjualannya belum menembus setengah dari stok yang dibawa, Erizon tetap senang bisa ikut menyemarakkan kegiatan ini.
“Ke Malang saya membawa sekitar 500 pcs dagangan, alhamdulillah sudah laku sekitsr 20 persen. Doa kami semoga semuanya diberikan kelancaran, dan dagangan semuanya yang hadir di sini laris manis, habis semuanya,” ungkapnya.
Hal ini juga menjadi doa khusus di momen Mujahadah Kubro Satu Abad NU kali ini, bisa membawa berkah baginya agar bisa pulang ke Jakarta, dengan membawa rezeki hasil dagangan yang berkah dan cukup.
“Semoga menjadi berkah untuk semuanya,” tutup Erizon. (rex/jon/mtc)