Skip to main content

Malang Trend

Bromo Ditutup Gara-Gara Karhutla, Sudah Punya Tiket? Tenang, Bisa Refund atau Reschedule

Bromo Ditutup Gara-Gara Karhutla, Sudah Punya Tiket? Tenang, Bisa Refund atau Reschedule

MALANGTREND.ID – Buat kamu yang sudah merencanakan liburan ke Gunung Bromo, ada kabar penting. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) menutup sementara seluruh aktivitas wisata di kawasan Bromo menyusul kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang hingga kini masih menyisakan titik asap.

Meski api di sejumlah lokasi sudah berhasil dipadamkan, kondisi kawasan dinilai belum sepenuhnya aman. Karena itu, penutupan diberlakukan mulai Sabtu (12/9) hingga batas waktu yang akan diumumkan kemudian.

Kepala BB TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan keputusan tersebut diambil demi keselamatan wisatawan sekaligus memberi ruang bagi petugas untuk fokus melakukan pemadaman.

“Seperti diketahui api membakar wilayah hutan TNBTS ini sejak Kamis (10/9) lalu. Pemadaman secara manual melibatkan personel TNBTS, TNI, Polri, BPBD dan masyarakat dilakukan. Tapi tidak semua padam. Kemarin api sempat membesar meskipun sekarang sudah padam di wilayah Jemplang, tapi masih ada asap di sekitar wilayah TNBTS. Sehingga untuk amannya, kami lakukan penutupan,” ujarnya.

Sudah Beli Tiket? Bisa Refund atau Reschedule

Bagi wisatawan yang telanjur membeli tiket masuk melalui website resmi TNBTS untuk periode penutupan, tidak perlu khawatir.

BB TNBTS memastikan pengunjung dapat memilih penjadwalan ulang (reschedule) atau pengembalian dana (refund). Mekanisme pengajuan akan diumumkan lebih lanjut oleh pihak pengelola.

“Wisatawan yang sudah terlanjur membeli tiket saat Wisata Bromo ditutup bisa melakukan penjadwalan ulang atau pengembalikan tiket,” kata Rudijanta.

Selama proses penanganan kebakaran berlangsung, akses menuju lokasi karhutla hanya diperbolehkan bagi petugas, relawan, dan pihak yang terlibat dalam operasi pemadaman.

Masyarakat juga diimbau tidak mendekati area kebakaran serta selalu mengikuti informasi resmi dari BB TNBTS.

Meski kawasan Gunung Bromo ditutup, objek wisata Ranu Regulo masih tetap dibuka dan dapat dikunjungi sesuai ketentuan yang berlaku.

Api Sempat Capai Pos Jemplang

Kebakaran yang terjadi pada Sabtu (12/9) bahkan sempat merambat hingga Pos Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Api membakar area di sekitar Bromo Hillside, termasuk tandon air dan sejumlah vegetasi, sehingga pengunjung maupun karyawan kafe dievakuasi.

“Kemarin (Sabtu) api dari atas merembet sampai sini. Karena sangat besar kami tidak bisa menangani. Sehingga saat itu langsung mengevakuasi pengunjung serta karyawan,” kata Ketua Masyarakat Peduli Api (MPA), Sampetono.

Beruntung, setelah bantuan armada tangki air dari Damkar Kabupaten Malang tiba di lokasi, api berhasil dipadamkan pada malam harinya.

“Sampai dengan siang tadi masih dilakukan pemadaman. Saat ini sudah tidak ada api, hanya ada asap saja. Tapi petugas masih siaga,” tambahnya.

Rudijanta menjelaskan, api di kawasan Pos Jemplang memang sudah padam. Namun, asap masih terlihat di beberapa titik lain di kawasan TNBTS, seperti lereng Bukit Watangan di Kabupaten Probolinggo, Gunung Kursi, dan Bukit Jantur di Kabupaten Lumajang.

Ia juga mengungkapkan proses pemadaman masih dilakukan secara manual dari darat. Sementara metode water bombing belum bisa diterapkan karena terkendala angin kencang dan kabut asap yang mengurangi efektivitas operasi udara.

Untuk membantu penanganan karhutla, UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang turut mengirim enam personel beserta dua kendaraan operasional ke kawasan Bromo.

“Kami mengerahkan sebanyak enam personel dengan membawa dua unit milik UPT PMK Kota Malang, melaksanakan perbantuan penanggulangan karhutla di wilayah Kabupaten Malang (Kawasan Gunung Bromo, red),” ujar Kepala UPT PMK Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan.(ira/rex/bua)