Beredar Luas Video Sopir Taksi Larang Travel Jemput Penumpangnya
Malangtrend.com – Manajemen UPT Bandara Abd Saleh Malang menegaskan pihaknya tidak pernah melarang mobil travel wisata menjemput tamunya di terminal Bandara Abd Saleh. Sebaliknya, seluruh jenis taksi online dilarang keras mengangkut penumpang di areal Bandara Abd Saleh.
‘’Tidak ada larangan. Travel wisata itu punya andil besar untuk pengembangan wisata di Malang Raya. Karena itu mereka bebas menjemput kliennya di areal bandara sini,’’ tandas Purwo Cahyo Widyatmoko, Kepala UPT Bandara Abd Saleh Malang, Dinas Perhubungan Jatim kepada Malang Posco Media (MPM), Senin siang.
Pernyataan Cahyo, begitu biasa disapa, seiring viralnya perdebatan antara sopir taksi Garuda milik Koperasi Abd Saleh dengan salah satu sopir travel wisata. Dalam video yang sudah beredar luas itu tergambar seorang sopir travel tur berbaju hitam dihadang sejumlah orang saat mau menjemput tamunya di Bandara Abdulrachman Saleh, Malang.
Momen itu sempat terekam video yang viral usai dikirim ke media sosial, terjadi Minggu (4/1). Saat hendak menjemput tamunya sejumlah orang memakai atribut mirip taksi resmi setempat mendatangi dan melarang sopir travel itu untuk melakukan penjemputan.
Sempat terjadi percakapan di video di mana pria sopir travel itu sempat mena
nyakan tentang larangan mengambil penumpang di Bandara Abdulrachman Saleh, Malang. Padahal dirinya sudah beberapa kali melakukan penjemputan untuk perjalanan wisata di wilayah Malang Raya dari Bandara Abdulrachman Saleh.
Dan dalam beberapa kali penjemputan itu tidak ada larangan bagi dirinya. ‘’Aku biasane rene pak (saya biasanya ke sini pak),” ujar pria yang mengaku sebagai sopir travel dalam video yang diterma Malang Posco Media (MPM), Selasa (6/1/2026).
Mendengar ucapan sopir travel, sopir taksi bertubuh tambun ini menimpali dan menyatakan, bahwa semua kendaraan travel penjemput penumpang paling dekat di sekitar Wendit atau minimarket. Di mana lokasi itu berada di luar area bandara.
Adu argumen pun sempat terjadi sebagaimana ditampilkan dalam video itu. Tapi belum diketahui secara pasti akhir dari video yang beredar. Apakah akhirnya sopir travel diizinkan untuk menjemput penumpang di bandara atau tidak.
Diulangi Cahyo, penjemputan mobil travel apalagi travel wisata di kawasan Bandara Abdulrachman Saleh selama ini diperbolehkan. Informasi itu sudah terpampang di gerbang masuk bandara yang menginformasikan travel diperbolehkan menjemput penumpang di bandara.
“Yang saya tahu di depan pintu bandara itu ada banner besar. Tapi yang jelas di area terminal itu ada tulisan, taksi online nggak boleh masuk, travel itu boleh masuk, boleh menjemput. Kita harus mendukung pariwisata,” ucapnya.
Menurut Cahyo, hanya taksi online saja yang tidak diperbolehkan untuk menjemput penumpang di dalam kawasan bandara. Taksi online hanya diperbolehkan mengantarkan penumpang ke area bandara. Kemudian keluarnya tidak boleh mengangkut atau membawa membawa penumpang kembali.
“Kalau taksi online hanya untuk nge-drop ngantar ya nggak apa-apa, yang tidak boleh itu ngambil penumpang, karena di situ ada taksi bandara, dan pesan taksi dari luar ke dalam juga tidak boleh,” bebernya.
Meski demikian, Cahyo tak mengetahui secara detil peraturan apakah travel yang dimaksudkan merupakan travel berplat nopol hitam atau berplat nopol kuning. Sebab selama ini pengelolaan transportasi penjemputan dan taksi bandara itu ditangani oleh koperasi yang dikelola oleh Puskopad Garuda.
“Intinya UPT Bandara Abdulrachman Saleh sudah berkoordinasi dengan Puskopkad Garuda. Kita tetap mengedapankan pelayanan bandara, dan juga mungkin atas kesalahpahaman ini kita minta saling menjaga. Insya Allah, semuanya sudah clear,” pungkasnya. (has/mtc)