Malangtrend.com – Insiden berdarah terjadi di Dusun Baran, Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi, Kamis (11/12) pagi kemarin. Seorang pemuda diketahui bernama Eko Suprianto asal wilayah setempat tewas usai menjadi korban penusukan oleh temannya. Pelaku kemudian kabur.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, bahwa insiden tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, korban dan pelaku sedang berkumpul di rumah temannya bernama Haikal di Dusun Baran, Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi. Setidaknya ada enam pemuda sedang berkumpul di sana, termasuk perempuan.
Pada saat berkumpul, kemudian terjadi pertengkaran antara korban, Eko dengan terduga pelaku, Ali. Kemudian terjadi penusukkan menggunakan tombak berigi menyasar bagian atas perut korban. Belum diketahui motif terjadinya penusukan ini.
Hingga sore kemarin, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap pelaku dan meminta keterangan saksi yang pada saat itu berkumpul di lokasi kejadian. Warga sekitar menyebutkan bahwa, rumah Haikal memang kerap dijadikan tempat berkumpul bersama teman-teman sebayanya. Di rumah yang menjadi TKP itu sendiri dihuni hanya oleh Haikal dan neneknya.
“Awalnya nyantai semua. Pelaku menusuk korban menggunakan tombak berigi,” ujar Kapolsek Gondanglegi AKP Lukman Hudin melalui Kanit Reskrim Polsek Gondanglegi Ipda Wawan, saat ditemui di Mapolsek Gondanglegi, kemarin.
Usai penusukkan terjadi, pelaku langsung kabur. Sedangkan korban, Eko yang akrab disapa Enyok sempat dilarikan ke Puskesmas terdekat. Namun sayang, nyawanya tidak tertolong. Lukman menjelaskan, hasil pemeriksaan sementara bahwa saksi tidak mengetahui permasalahan antara korban dan pelaku. Namun sebelum kejadian penusukkan, keduanya terlibat cekcok atau adu mulut hingga pertengkaran.
“Korban kemudian mengeluarkan senjata terlebih dahulu, tapi pelaku tidak kena dan berhasil direbut sehingga terjadi penusukkan terhadap korban. Pemilik rumah (Haikal) kemudian mengantarkan korban ke puskesmas. Sedangkan pelaku kabur,” jelasnya.
Lukman menambahkan, kini pihaknya sedang melakukan penyelidikan intensif guna mengamankan pelaku serta mengungkap motif di balik peristiwa penusukkan tersebut. “Pelaku sudah jelas, tapi masih dalam pengejaran. Motif juga dalam penyelidikan,” pungkas polisi dengan pangkat tiga balok emas di pundaknya ini. (den/udi)