MALANGTREND.COM, MALANG – Pengerjaan proyek drainase di Jalan Soekarno Hatta (Soehat) kini telah dilakukan percepatan. Pekerjaan dengan melibatkan alat berat sudah dilakukan pada siang, setelah sebelumnya hanya digarap pada malam hari saja. Selain itu, pekerjaan drainase ini dikerjakan langsung oleh tiga tim dan serentak dilakukan di sepanjang jalan tersebut sekaligus.
Namun, pekerjaan proyek drainase tersebut dikeluhkan oleh para pelaku usaha di kawasan tersebut yang mengaku omzetnya mengalami penurunan. Merespon adanya keluhan tersebut, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memahami kondisinya. Akan tetapi ia juga berharap kepada para pelaku usaha tersebut untuk menyikapi dengan bijak bahwa pembangunan tersebut merupakan penyelesaian jangka panjang untuk masalah banjir yang selama ini menjadi momok di kawasan tersebut.
“Dampak pembangunan wajar, tapi setelah itu kan tidak ada banjir lagi. Kalau nanti setelah itu tidak ada banjir, yang menikmatinya juga siapa,” tutur Wahyu.
Disampaikan Wahyu, sebelum dijalankannya proyek tersebut, sebenarnya para pelaku usaha dan warga sekitar sudah dikumpulkan dan disosialisasikan terkait rencana pembangunan drainase dari Pemprov Jawa Timur tersebut.
Wahyu pun sudah mengecek secara langsung ke lokasi dan mendapatkan laporan seluruh pelaku usaha dan warga sekitar telah bersedia menerima pembangunan tersebut. Hal itu bahkan merupakan syarat mendasar sebelum proyek itu dilaksanakan.
“Daripada mereka hanya sekedar begini, tapi banjirnya tiap hari, apa tidak makin mengganggu nanti. Yang jelas sebelum pekerjaan dilaksanakan, itu sudah ada kesepakatan, antara pemilik usaha dengan pekerja (pihak ketiga), sudah ketemu diterima dan sepakat untuk ada itu,” ucap Wahyu.
Sebagai informasi, proyek pembangunan drainase Soehat yang menelan anggaran hingga Rp 30 Miliar ini membentang dari depan Polinema hingga persimpangan Jalan Candi Panggung dengan jarak sekitar 1,3 kilometer. Drainase yang dirancang dengan box culvert berukuran 2,5 meter x 2,5 meter itu merupakan solusi atas masalah banjir yang selalu menggenang di kawasan tersebut.
Sejak mulai digarap pada Agustus lalu, proyek drainase Soehat ini ditarget selesai pada Desember nanti.
“Tapi bulan depan kami harapkan insya Allah bisa selesai. Karena kami minta dipercepat untuk November akhir nanti. Waktu saya sidak kemarin, saya sudah minta November selesai dan mereka pun sudah bekerja lebih banyak dan lebih cepat. Karena ada tiga tim disana. Kalau hanya satu tim, tambah lama lagi nanti,” jelas dia.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita menyampaikan, pihaknya segera menindaklanjuti adanya informasi keluhan tersebut. Yang jelas, wanita yang akrab disapa Mia itu berharap proyek tersebut bisa selesai, tetapi juga tidak mengorbankan masyarakat lebih jauh.
“Nanti saya akan coba kesana, nanti saya cek kembali seperti apa. Apakah betul memang sudah berkomunikasi dengan para pengusaha sebelum itu. Yang jelas kami berharap proyek ini bisa segera selesai sehingga bisa kembali normal,” ucap Mia.
Menurut Mia, adanya proyek dari Pemprov Jawa Timur ini harus disyukuri, sebab program dengan anggaran sebesar itu belum tentu bisa didapatkan dengan mudah oleh Pemkot Malang yang anggarannya terbatas. Namun ia tentu juga akan mengawal pelaksanaannya, jangan sampai pembangunannya tidak bisa dirasakan oleh masyarakat.
“Maka pasti nanti ada evaluasi. Semua program yang sudah terlaksana, memang harus kami evaluasi,” pungkasnya. (ian/jon)