MALANGTREND.COM, MALANG- Dua gelaran ekonomi kreatif terbesar di Kota Malang akan digelar November ini. Yakni Artcofest dan Malang Fashion Week (MFW) 2025. Artcofest 2025 akan diselenggarakan pada 3 November, sedangkan MFW 2025 pada 6 sampai 9 November.
Dua event ini didukung penuh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (Kpw BI) Malang. Karena diyakini menjadi gelaran yang bisa menggerakkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Malang Raya. Hal ini ditegaskan Deputi Kepala KPw BI Malang Dedi Prasetyo dalam Media Briefing Artcofest dan MFW 2025, Kamis (30/10) di Ombe Kofie Araya Malang.
“Kami dari BI selalu mendukung penuh semua event yang bisa menjadi pusat pergerakan atau perputaran ekonomi di wilayah. Artcofest dan MFW merupakan event besar di bidang ekonomi kreatif. Dan ini kami harapkan membawa pergerakan positif perputaran ekonomi di Malang,” papar Dedi.
Dia menjelaskan secara bulanan pertumbuhan ekonomi daerah di wilayah kerja BI Malang terpantau positif. Meski begitu secara overall (menyeluruh) ditarget berada di angka 5 persen hingga akhir tahun ini.
Dikatakan Dedi industri kopi maupun fesyen di wilayah Malang Raya dipantau tumbuh sangat pesat. Kedua sektor industri ini dianggap sangat potensial untuk terus dikembangkan dan difasilitasi. Karena memberi efek domino yang baik.
“Upaya kami untuk mendorong industri bisnis kopi dan fesyen seperti ini. Dari hulu ke hilir. Jadi dari petani kopi, lalu ke buyer, pemilik usaha kopi dan lainnya bisa dipertemukan. Begitu pula dengan pengrajin fesyen hingga desainer dan buyer nanti ada business matching sehingga di dalam event akan terjadi transaksi,” tutur Dedi.
Di sini pula, BI Malang melibatkan UMKM binaan maupun Kelompok-Kelompok Tani binaan. Dalam kedua event ini diharapkan dapat menjembatani UMKM dan kelompok tani dengan buyer dan investor sehingga keduanya saling diuntungkan.
Menambahkan Dias Satria, Founder Art Coffee Festival (Artcofest) mengatakan akan ada sebanyak 50 petani kopi dari wilayah Malang Raya yang akan dilibatkan dalam Business Matching. Di sini petani kopi dan buyer bisa berinteraksi langsung dengan harapan ada transaksi dan deal bisnis yang bisa terjadi.
“Selain Business Matching juga ada Session Talk, Workshop, Art Show, Kompetisi V60, Coffee Exhibition, dan kami juga akan melaunching Pusat Pengembangan Bisnis Kopi di Universitas Brawijaya (UB). Semua ini karena kami melihat potensi bisnis kopi sangat besar di wilayah Malang Raya,” tegas Dias.
Sementara itu Founder Malang Fashion Week (MFW) 2025, Agus Sunandar menyampaikan di tahun ke-8 MFW akan tampil berbeda. Mengangkat tema “Vectra” MFW 2025 akan menampilkan ratusan karya fesyen dari 300 lebih desainer.
Ratusan desainer ini terdiri desainer professional dan desainer-desainer pemula. Dihadirkan pula fashion show hasil karya desainer dari Singapura dan Myanmar.
“Dan tahun ini yang berbeda adalah kami akan ada sesi dimana karya-karya dari desainer-desainer ini di Sale. Itu adalah campaign mendukung Sustainable Fashion. Jadi yang biasanya harganya Rp 1 juta lebih nanti bisa didapat sekitar Rp 200 ribuan atau Rp 100 ribuan saja,” pungkas Agus.(ica/lim)