Malangtrend.com – Hasil uji laboraotirum menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mengakibatkan siswa MTs Al-Khalifah, Kelurahan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, dilarikan ke RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang sudah keluar.
Hal itu setelah dibawa ke Surabaya, Jawa Timur. Beberapa item menu makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mangunrejo Kecamatan Kepanjen ini dijadikan sampel.
Sejumlah item menu makanan dijadikan sampel di antaranya ayam katsu, buah pisang, tahu goreng, dan sayur. Keluarnya hasil laboratorium menu MBG tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, dr. Wiyanto Wijoyo kepada Malang Posco Media, Selasa (11/11) kemarin. “Sudah keluar,” ujarnya.
Namun dr. Wi, nama sapaan Wiyanto Wijoyo, menegaskan bahwa hasil laboratorium diterima oleh Ketua Satgas MBG Kabupaten Malang, Budiar Anwar, yang juga selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang. “Hasilnya di Satgas MBG Kabupaten Malang,” singkat dr. Wi.
Sementara itu Ketua Satgas MBG Kabupaten Malang, Budiar Anwar, belum memberikan keterangan terkait hasil laboratorium menu MBG dari SPPG Mangunrejo yang diterima siswa MTs Al-Khalifah, Kelurahan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen.
Budiar belum merespon saat ditanya lebih lanjut terkait hasil laboratorium menu MBG tersebut. Diberitakan sebelumnya, 16 siswa dan dua guru MTs Al- Khalifah, Kelurahan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen dilarikan ke RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang, Kamis (23/10) lalu.
Mereka mengeluhkan mual, muntah, dan nyeri perut setelah mengkonsumsi MBG. Selain dilarikan ke rumah sakit milik Pemkab Malang itu, sebagian siswa juga dilarikan ke klinik terdekat. Pada perkembangannya, siswa yang mengalami gelaja serupa mencapai sekitar 35 orang. Namun, seluruhnya sudah pulih dan masuk sekolah kembali. (mpm/mtc)