Malangtrend.com – Kepercayaan diri Arema FC tengah menanjak. Memasuki fase kedua, Singo Edan mulai menemukan ritme permainan terbaiknya. Momentum itulah yang ingin mereka jaga saat menjamu Semen Padang pada pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026, Minggu (15/2/26) lusa di Stadion Kanjuruhan Kepanjen.
Perlahan tapi pasti, Arema FC mulai keluar dari tekanan. Catatan kandang yang sempat menjadi sorotan kini membaik. Mereka sukses mengakhiri rentetan hasil sulit menang di hadapan Aremania. Dalam dua laga home terakhir, Singo Edan meraih satu kemenangan dan satu hasil imbang. Sebuah sinyal bahwa stabilitas mulai terbentuk.
Lebih dari itu, kemenangan tandang ke markas Persija Jakarta pekan lalu menjadi titik balik yang signifikan. Mengalahkan tim yang secara materi pemain bertabur bintang dan posisi klasemen lebih diunggulkan tentu bukan perkara mudah. Hasil tersebut bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga suntikan mental bagi skuad asuhan Marcos Santos.
Namun, Marcos tak ingin timnya terlena. Pria asal Brasil ini menegaskan laga melawan Semen Padang berpotensi menghadirkan tantangan berbeda. “Menghadapi Semen Padang, secara persiapan kami lebih siap. Tapi waktu memang lebih sedikit karena kami baru dari away Jakarta. Jadi kami harus siap karena mungkin pertandingan bisa lebih sulit dari lawan Persija,” ujar mantan pelatih Timnas Brasil U-17 tersebut.
Waktu dia nilai menjadi salah satu kendala. Sepulang dari Jakarta, pemain hanya menjalani sesi pemulihan pada, Selasa (10/2/26). Sehari sebelumnya tim diliburkan, dan latihan lapangan baru dimulai kembali pada, Rabu (11/2/26). Artinya, persiapan efektif hanya berlangsung dalam 3-4 hari.
Meski demikian, Marcos menekankan bahwa musim ini harus menjadi pembuktian bahwa Arema FC berbeda dari sebelumnya, bahkan dari putaran pertama musim ini. Saat lawan Semen Padang musim lalu, Singo Edan sempat gagal mengamankan hasil maksimal di kandang. Namun menurutnya, situasi kini tak bisa disamakan.
“Beda ya karena dalam tim banyak yang beda. Pemain beda, pelatih beda. Jadi kami siapkan taktik dan skema supaya lebih siap,” tegasnya.
Pernyataan itu mencerminkan tekad Arema FC untuk tidak lagi mengulang inkonsistensi. Marcos ingin timnya tampil lebih terorganisir, lebih disiplin, dan lebih tajam dalam membaca momen pertandingan.
Di sisi lain, dia menilai Semen Padang datang dengan motivasi besar. Kabau Sirah saat ini tengah berjuang menjauh dari papan bawah klasemen. Situasi tersebut membuat mereka dipastikan tampil ngotot demi mencuri poin. “Mereka kini di bawah, mungkin bisa datang untuk mengganggu karena ingin lepas dari zona degradasi,” kata Marcos.
Secara karakter permainan, Semen Padang dikenal memiliki kekuatan pada transisi cepat. Didukung pemain-pemain yang kuat secara fisik dan memiliki kecepatan, mereka berbahaya saat memanfaatkan celah melalui serangan balik. “Mereka bawa pemain kuat, pemain cepat. Kekuatan Padang itu transisi cepat, jadi kami mulai pekerjaan agar lebih siap lawan mereka,” jelasnya.
Oleh sebab itu, Arema FC dituntut menjaga organisasi permainan dengan rapi. Jarak antar lini harus terkontrol, komunikasi di lini belakang tak boleh putus, dan konsentrasi wajib terjaga sepanjang 90 menit. Layaknya lawan Persija, yang sampai frustasi dan terkena dua serangan balik dari Dalberto dkk.
“Jadi kerja keras harus. Organisasi permainan kami harus bagus, konsentrasi bagus. Kalau bisa kami lebih kuat dan siap,” pungkas Marcos.
Laga ini bukan sekadar soal melanjutkan tren positif. Bagi Arema FC, pertandingan kontra Semen Padang menjadi ujian konsistensi sekaligus kesempatan mempertegas arah kebangkitan mereka musim ini. Jika mampu kembali meraih hasil maksimal di kandang, Singo Edan bukan hanya menjaga momentum, tetapi juga memperkuat posisi dalam persaingan papan tengah menuju atas klasemen.
Saat ini, berada di peringkat 9 dengan 27 poin, bila menambah tiga angka Arema FC bisa menggusur Bali United yang harus melawan Persija Jakarta. Selain itu, merapatkan poin dengan tim penghuni tujuh besar seperti PSIM Yogyakarta dan Persita Tangerang.(ley/lim/mtc)