Malangtrend.com – Program 1.000 jembatan gantung oleh pemerintah pusat terealisasi di Kabupaten Malang. Jembatan dengan panjang sekitar 143 meter itu membentang menghubungkan Desa Ternyang Kecamatan Sumberpucung dengan Desa Mangunrejo Kecamatan Kepanjen.
Jembatan disebut Jembatan Gantung Garuda Termangu-singkatan Desa Ternyang dan Desa Mangunrejo, tampak bersolek dihiasi bendera. Terwujudnya pembangunan jembatan ini dilakukan oleh TNI dan Vertical Rescue Indonesia. Proses pengerjaan satu bulanan dan kini sudah selesai.
Kepala Desa Ternyang Kecamatan Sumberpucung Didik Santoso menjelaskan, pengajuan pembangunan jembatan sejak tahun 2022 lalu. Namun saat itu masih terkendala Pandemi Covid-19.
“Kemudian waktu Pak Presiden menyampaikan terkait program 1.000 jembatan gantung, barulah di Kabupaten Malang muncul hanya baru satu ini terealisasi,” ujar Didik saat ditemui, Senin (26/1).
Jembatan Garuda Termangu dapat dilintasi pejalan kaki dan sepeda motor. Nantinya ada penjagaan dari warga sekitar atau RT RW.
“Jembatan Gantung Garuda Termangu panjangnya 143 meter dengan lebar 1,2 meter,” urai Didik.
Didik menjeaskan jembatan memang untuk akses masyarakat, terutama anak-anak yang sebagian bersekolah di Kecamatan Kepanjen.
Sebelum adanya jembatan gantung, masyarakat Desa Ternyang berputar ke wilayah Kepanjen dengan membutuhkan waktu sekitar 45 menit menggunakan sepeda motor.
“Melewati jembatan hanya delapan menit,” ujar Didik. Ia menambahkan, kedepannya nanti kawasan Jembatan Gantung Termangu akan dipoles sebagai destinasi wisata.
“Karena view-nya sangat bagus, kami akan gerakkan untuk destinasi wisata juga. Jadi nanti di bawah naungan BUMDes,” tambahnya. (den/jon/mtc)