Tembok pembatas Pasar Induk Among Tani mulai dimural oleh seniman mural dan pelaku seni rupa dengan fokus tema lingkungan.
MALANGTREND.ID – Kota Batu bakal punya lebih banyak spot mural kece. Pemerintah Kota (Pemkot) Batu resmi menyiapkan delapan titik strategis sebagai ruang kreatif bagi seniman mural dan pelaku seni rupa.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya mempercantik wajah kota sekaligus mengurangi sampah visual, seperti banner usang, reklame yang sudah lapuk hingga aksi vandalisme liar di kawasan protokol. Program tersebut juga menjadi salah satu rangkaian menyambut Hari Jadi Kota Batu ke-25.
Adapun delapan lokasi yang disiapkan meliputi Pasar Induk Among Tani, Alun-Alun Kota Batu, Hutan Kota Bondas, Galeri Raos, Sendratari Arjuna Wiwaha, PLUT KUMKM, Batu Tourism Center (BTC), hingga Lippo Plaza Batu.
Masing-masing lokasi nantinya akan memiliki konsep tersendiri. Misalnya di Pasar Induk Among Tani yang akan mengangkat tema lingkungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Dian Fachroni menegaskan bahwa mural memiliki nilai seni yang berbeda dengan vandalisme.
“Mural berbeda dengan vandalisme karena memiliki pesan dan tema. Di Pasar Among Tani ini nanti temanya soal lingkungan sebagai penanda ruang kreatif seni,” ujar Dian kepada Malang Posco Media.
Perupa Lokal Bakal Dapat Dukungan Penuh
Tak hanya menyediakan tembok untuk berkarya, Pemkot Batu juga menyiapkan berbagai dukungan bagi para seniman mural.
Mulai dari penyediaan cat, ruang pamer (space), hingga dukungan operasional selama proses pembuatan karya.
Dalam pelaksanaannya, DLH Kota Batu akan bekerja sama dengan Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) untuk mengkurasi para perupa dan desainer grafis lokal.
Harapannya, mural yang hadir bukan sekadar mempercantik sudut kota, tetapi juga menjadi karya seni yang memiliki pesan positif sekaligus memperkuat identitas Kota Batu sebagai kota kreatif.
“Dalam mengeksekusi program ini, DLH akan menggandeng Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) untuk mengkurasi dan merangkul komunitas perupa serta desainer grafis lokal agar karya yang dihasilkan benar-benar berkualitas dan berdampak positif bagi estetika kota,” pungkasnya. (eri/bua)





