Beberapa massa aksi dari kelompok Front Aliansi Sopir Angkutan Malang (ASAM) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Senin (28/9) siang. FIRMAN/MT
MALANGTREND.ID – Ratusan sopir angkutan kota (angkot) yang tergabung dalam Front Aliansi Sopir Angkutan Malang (ASAM) kembali menyuarakan penolakan terhadap rencana operasional Koridor 2 Trans Jatim di Malang Raya.
Aksi unjuk rasa digelar di depan Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Senin (28/9). Massa bahkan sempat memarkirkan puluhan armada angkot di sebagian ruas Jalan Raden Intan menuju Terminal Arjosari. Akibatnya, arus lalu lintas di kawasan tersebut sempat mengalami kemacetan.
Menurut Front ASAM, penolakan terhadap Koridor 2 bukan tanpa alasan. Mereka meminta pemerintah lebih dulu menyelesaikan seluruh persoalan yang muncul sejak beroperasinya Koridor 1 Trans Jatim sebelum membuka layanan baru.
Ketua Front ASAM, Andre, mengatakan operasional Koridor 1 telah berdampak terhadap pendapatan sekitar 494 sopir angkot di wilayah Kota dan Kabupaten Malang.
Menurutnya, para sopir sebenarnya telah menempuh jalur komunikasi dengan pemerintah sejak Juli 2026.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk Dishub Kota Malang, lalu diarahkan ke provinsi dan sudah melakukan audiensi. Dari audiensi tersebut sebenarnya sudah lahir notulensi dan kesepakatan bersama pada 29 Juli 2026 lalu,” papar Andre di sela aksi.
Namun hingga kini, kata Andre, kesepakatan tersebut belum juga direalisasikan.
“Sampai detik ini kesepakatan itu tidak terealisasi. Oleh karena itu, kami bersama teman-teman sopir angkot menuntut keras keadilan dan pertanggungjawaban,” tegasnya.
Selain itu, Front ASAM juga menyoroti bertambahnya jumlah halte di sepanjang rute Koridor 1. Mereka menilai kondisi di lapangan tidak sesuai dengan kesepakatan awal.
“Keberadaan halte di lapangan jauh dari kesepakatan awal. Titik halte justru semakin banyak dan ini sangat merugikan para sopir angkot yang menggantungkan hidup dari jalur tersebut,” terangnya.
Karena itu, Front ASAM menegaskan sikapnya untuk tetap menolak pengoperasian Koridor 2 hingga seluruh persoalan Koridor 1 benar-benar diselesaikan.
“Sikap kami jelas dan tegas, tetap menolak Koridor 2 Trans Jatim sebelum permasalahan di Koridor 1 diselesaikan sepenuhnya sesuai kesepakatan bersama,” pungkas Andre.
Jalan Raden Intan Sempat Macet
Aksi demonstrasi sempat memanas ketika puluhan angkot diparkir melintang hingga menutup sebagian Jalan Raden Intan menuju Terminal Arjosari. Kondisi tersebut membuat lalu lintas di sekitar lokasi mengalami kemacetan.
Sekitar pukul 10.32 WIB, personel Polresta Malang Kota datang ke lokasi untuk melakukan pengamanan sekaligus pendekatan persuasif kepada massa aksi.
Setelah dilakukan dialog, para sopir akhirnya bersedia memindahkan armada mereka ke bahu jalan. Arus lalu lintas di Jalan Raden Intan pun berangsur kembali normal. (rex/bua)





