MALANGTREND.COM, MALANG – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kota Malang memastikan tidak lagi menangani perkara hukum antara Nurul Sahara dan tetangganya, Imam Muslimin. Ketua LBH Ansor Kota Malang, Mohammad Zakki, menegaskan bahwa dirinya kini turun sebagai kuasa hukum secara pribadi melalui firma hukum miliknya, bukan lagi atas nama lembaga.
“Saat ini kami pertegas, kami menjadi kuasa hukum bukan lagi sebagai LBH Ansor Kota Malang, tapi melalui law firm pribadi,” kata Zakki.
Ia menjelaskan, pada tahap awal saat laporan dugaan pencemaran nama baik terhadap pihak Imam Muslimin, pendampingan memang dilakukan melalui LBH Ansor. Namun, untuk laporan terbaru terkait dugaan pelecehan seksual yang disampaikan pekan lalu, tidak lagi membawa nama lembaga tersebut.
“Betul saya ketua LBH Ansor Kota Malang, tapi untuk laporan terbaru sudah tidak memakai nama LBH. Saya pertegas, ini murni atas nama pribadi,” ujarnya menegaskan.
Zakki mengungkapkan, keputusan tersebut diambil setelah melalui banyak pertimbangan kelembagaan, termasuk masukan dari sejumlah tokoh dan senior organisasi. Meski demikian, secara personal, para anggota Ansor disebut tetap memberikan dukungan moral terhadap langkahnya.
“Banyak pertimbangan secara kelembagaan. Tapi kalau yang membantu di lapangan tetap anak-anak Ansor, hanya saja atas nama pribadi,” tambahnya.
Kasus antara Sahara dan Imam Muslimin atau yang akrab disapa Yai Mim ini telah mencuat sejak awal September 2025 dan terus bergulir hingga kini. Pihak Sahara sebelumnya resmi menunjuk LBH GP Ansor sebagai penasihat hukum pada 15 September 2025, kemudian melayangkan laporan dugaan pencemaran nama baik pada 18 September 2025.
Namun, belakangan muncul suara kritikan dari sejumlah anggota Ansor terkait penggunaan nama lembaga dalam perkara tersebut. Di media sosial, muncul komentar yang mempertanyakan langkah LBH Ansor dalam menangani kasus yang dinilai sarat polemik itu.
Menanggapi hal tersebut, Zakki memilih menegaskan posisi hukumnya saat ini tanpa menanggapi lebih jauh dinamika internal. “Sampai detik ini, insyaallah tidak ada intervensi,” tandasnya. (ley/aim)