Malangtrend.com, Malang – Titik pemberhentian Bus Trans Jatim Koridor 1 Malang Raya di Jalan Danau Toba, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang Kota Malang menuai keluhan warga. Lokasi halte sementara tersebut dianggap membahayakan penumpang karena berada persis di tepi jalan dan berdampingan dengan selokan terbuka cukup dalam.
Pantauan Malang Posco Media menunjukkan kondisinya memang riskan. Jarak halte hanya beberapa centimeter dari bibir selokan terbuka. Selain itu, kawasan Jalan Danau Toba juga kerap tergenang saat hujan deras, membuat penumpang berada dalam situasi rawan saat naik maupun turun bus. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, membenarkan bahwa titik tersebut masuk kategori rawan dan harus dievaluasi. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dishub Jawa Timur selaku operator Trans Jatim.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Dishub Jatim. Memang perlu dilakukan evaluasi, dan kami sudah menyampaikan bahwa titik tersebut harus dibenahi,” jelas Widjaja.
Ia memastikan titik pemberhentian itu akan dipindahkan ke lokasi yang lebih aman dan sesuai standar. Proses pemindahan masih menunggu hasil survei bersama tim teknis.
“Hari ini langsung dilakukan survei. Kami akan menyesuaikan mana lokasi yang paling tepat untuk pemindahannya,” katanya.
Widjaja menegaskan, pembenahan tersebut merupakan bagian dari peningkatan layanan Trans Jatim di Kota Malang. Dari total 62 titik pemberhentian mulai Terminal Hamid Rusdi hingga Terminal Batu, baru satu titik yang mendapatkan keluhan masyarakat.
“Saya sampaikan, ini bagian dari proses berbenah. Sedikit demi sedikit akan diperbaiki supaya layanan semakin baik,” pungkasnya.
Sementara itu, Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, menyambut positif kehadiran Bus Trans Jatim yang kini melayani penumpang hingga kawasan parkir Stasiun Malang sisi timur. Integrasi antarmoda ini disebut sejalan dengan misi KAI untuk memperkuat penggunaan transportasi publik yang berkelanjutan.
“Kami berharap kemudahan integrasi antarmoda ini memudahkan mobilitas masyarakat dari dan menuju pusat kota maupun wilayah lainnya di Malang Raya, sehingga dapat semakin mendorong minat masyarakat untuk menggunakan transportasi umum kereta api dan bus,” tambah Luqman. (mpm/mtc)