Malangtrend.com – Desa Wisata Wringinanom atau Dewi Anom merupakan salah satu desa di Kecamatan Poncokusumo yang menjadi desa penyangga Wilayah TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru). Alhasil, kekayaan alamnya beragam. Di kawasan ini ada salah satu potensi wisata yang terkenal, yakni Banyu Maro Tubing.
Wisata Banyu Maro Tubing mengandalkan keindahan aliran Sungai Amprong yang hulunya berasal dari Lereng Gunung Semeru. Tidak hanya itu, sepanjang lintasan tubing, pengunjung dapat menikmati pemandangan hamparan kebun sayur Selada Air atau yang dikenal dengan sebutan Sedaer.
Ketua Pokdarwis Desa Wringinanom, Galuh Prestyo menjelaskan wisata ini dirintis sejak Tahun 2012 silam. Muda-mudi di desa ini berinisiasi untuk menggerakan potensi wisata yang ada di desanya. Lalu dibuatlah wisata Banyu Maro Tubing.
“Banyu Maro sendiri kami ambil dari istilah banyu atau air yang terbelah setengah atau separuh. Bahasa Jawanya maro atau separuh. Karena aliran sungai ini sumbernya di atas sana, ada alirannya yang terbelah kemudian menjadi satu sampai sini,” papar Galuh kepada Malang Posco Media.
Wisata Banyu Maro Tubing sendiri mengandalkan jenis wisata air menggunakan tubing (ban). Panjang perjalanan tubing dibagi menjadi tiga. Ada yang short (pendek) yakni kurang 1 km dengan durasi kurang lebih 30 menit. Lalu medium, yakni panjang lintasan 2 km dengan durasi sekitar 1 jam. Dan terakhir paket long dengan jarak 3 km dan durasi sekitar 2 jam.
Galuh menjelaskan dalam satu hari jika cuaca mendukung, ia bisa melayani hingga empat kali pengarungan. Di akhir pekan jumlah pengunjung rata-rata bisa mencapai 50 sampai 70 orang pengunjung. “River Guide di sini ada 10 orang. Mereka semua asli penduduk Desa Wringinanom. Kami kelola sendiri dengan memberdayakan warga desa sendiri,” papar Galuh.
Wisata Banyu Maro Tubing juga kerap menjadi wisata andalan golongan korporat. Galuh menjelaskan biasanya saat momen akhir tahun, banyak pengunjung grup berasal dari kalangan-kalangan perusahaan/institusi yang ingin menikmati alam Desa Wringinanom.
Di sini juga menyediakan berbagai paket outbond yang tak kalah menarik. Tidak hanya beraktivitas tubing, disediakan pula paket gaming, outbond hingga camping. “Ada Paket Outbond juga. Biasanya selain tubing mereka outbond dan games. Ini juga include fasilitas lain seperti coffee break dan lunch, kami sediakan. Nanti makanannya yang khas dari kami kulupan selada air dengan sambal. Ini biasanya jadi favorit,” tegas Galuh.
Di desa wisata ini, BI Malang juga memberikan bantuan berupa perlengkapan untuk menunjang promosi seperti drone. Kemudian juga sempat diberikan bantuan fasilitas helm dan pelampung masing-masing 15 buah yang digunakan oleh pengunjung.
Galuh mengatakan akan terus mengembangkan potensi wisata di desanya tersebut. Dia juga berharap bantuan dari berbagai kalangan bisa dirasakan. Beberapa hal yang masih bisa dikembangkan adalah area camping ground hingga fasilitas aula bagi pengunjung yang datang. “Kami sangat apresiasi dengan bantuan selama ini. Dan harapannya bisa terus berkolaborasi dengan BI agar desa ini bisa terus berkembang,” pungkas Galuh.
Perlu diketahui pula, pada tahun 2024 lalu, Dewi Anom didapuk sebagai 50 desa wisata terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024 Desa Wisata Menuju Pariwisata Hijau Berkelas. Desa Wisata ini juga diresmikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Salahuddin Uno pada 27 Juli 2024. (ica/nda)