Skip to main content

Malang Trend

Parasut Turis Rusia Nyangkut di Pohon Pinus Batu, Evakuasi Dramatis Berlangsung 2 Jam

Parasut Turis Rusia Nyangkut di Pohon Pinus Batu, Evakuasi Dramatis Berlangsung 2 Jam
EVAKUASI: Aleksandr Popov (35), seorang turis sekaligus pencinta paralayang asal Rusia harus menelan pengalaman tak terlupakan setelah parasutnya tersangkut di puncak pohon pinus kawasan Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji Kota Batu, Selasa (25/8).

MALANGTREND.ID – Momen menegangkan terjadi di kawasan wisata paralayang Kota Batu. Seorang turis asal Rusia, Aleksandr Popov (35), mengalami insiden saat terbang menggunakan paralayang. Parasut yang digunakannya tersangkut di puncak pohon pinus di kawasan Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Selasa (25/8).

Insiden tersebut langsung memicu operasi penyelamatan yang melibatkan Tim SAR Gabungan, mulai dari Unit Siaga SAR Malang Raya, BPBD Kota Batu, pengelola wisata paralayang, hingga warga sekitar.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., mengatakan tim bergerak cepat setelah menerima laporan darurat dari BPBD Kota Batu mengenai seorang atlet paralayang yang mendarat darurat di area pepohonan.

Lokasi korban yang berada di kawasan hutan pinus dengan kondisi minim pencahayaan membuat proses evakuasi berlangsung cukup menantang. Tim harus bekerja ekstra hati-hati agar korban maupun petugas tetap aman selama proses penyelamatan.

Koordinator Unit Siaga SAR Malang Raya, Imam Nahrowi, menjelaskan bahwa setelah melakukan asesmen, tim memutuskan menggunakan teknik vertical rescue dengan metode lowering untuk mengevakuasi korban dari atas pohon.

“Setelah menganalisis posisi Aleksandr yang berada cukup tinggi di atas dahan, tim memutuskan menggunakan teknik vertical rescue dengan metode lowering. Mengandalkan sistem tali-temali khusus dan perangkat keselamatan tingkat tinggi, korban diturunkan secara perlahan dan bertahap dari atas pohon,” ujarnya.

Proses evakuasi berlangsung sekitar dua jam. Berkat koordinasi tim di lapangan, Aleksandr akhirnya berhasil diturunkan dengan selamat sekitar pukul 22.00 WIB.

“Operasi penyelamatan mendebarkan ini berlangsung selama kurang lebih dua jam. Tepat pada pukul 22.00 WIB, Aleksandr akhirnya berhasil menapakkan kakinya kembali di tanah dengan selamat,” imbuhnya.

Usai dievakuasi, tim medis langsung melakukan pemeriksaan kesehatan. Beruntung, Aleksandr dinyatakan dalam kondisi stabil dan tidak mengalami cedera serius.

Setelah dipastikan aman, turis berusia 35 tahun tersebut diserahkan kembali kepada keluarga serta pengelola wisata paralayang untuk penanganan lebih lanjut. (eri/bua)